Asap Hitam Membumbung di Langit Dukuhwaru! Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Tumpukan Ban Bekas

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal //utamapost.com – Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, setelah tumpukan ban bekas yang berada di pekarangan warga dilalap si jago merah, Kamis sore.

Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

Warga berhamburan keluar rumah saat kobaran api terus membesar. Kekhawatiran muncul lantaran api berpotensi merembet ke bangunan di sekitarnya apabila tidak segera dikendalikan.

Asap tebal yang dihasilkan dari material karet terbakar juga menyelimuti area sekitar sehingga menarik perhatian masyarakat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, Agus Sukoco, melalui Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan, Nawawi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.15 WIB dari seorang warga bernama Nurseto.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi. Dua unit mobil pemadam dari Pos Slawi dan Pos Adiwerna kami kerahkan agar api dapat segera dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah warga,” ujar Nawawi.

Tim Pemadam Kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pengendalian titik api.

Proses penanganan berlangsung cukup menantang karena tumpukan ban bekas merupakan material yang mudah terbakar dan menghasilkan panas tinggi disertai kepulan asap pekat.

Berkat respons cepat petugas Damkar, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke permukiman warga.

Hingga proses pemadaman selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Petugas juga memastikan lokasi tetap dalam pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak menumpuk material mudah terbakar, seperti ban bekas, di sekitar lingkungan permukiman.

Selain berisiko memicu kebakaran, pembakaran atau kebakaran ban bekas juga dapat menghasilkan asap yang membahayakan kesehatan serta mencemari lingkungan.

Sinergi antara masyarakat dan petugas menjadi kunci dalam mencegah serta meminimalkan dampak kebakaran di wilayah permukiman.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru