Air Kali Cipamubulan Bayah Keruh Selama Tiga Hari, Aktivis Desak DLH Lebak Segera Investigasi Dugaan Pencemaran.

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK 25/07/2026 – Kondisi air Kali Cipamubulan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak berubah keruh selama hampir tiga hari terakhir. Perubahan warna air tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena aliran sungai itu bermuara langsung ke kawasan wisata Pantai Pulomanuk yang kerap dijadikan lokasi berenang oleh wisatawan.

Aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak agar segera menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyebab keruhnya aliran sungai tersebut.

“Saya meminta kepada DLH Kabupaten Lebak untuk segera turun ke Kali Cipamubulan. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan berlarut-larut. Penyebabnya harus segera diketahui agar tidak berdampak lebih luas terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat,” tegas Deni, Jumat (24/7/2026).

Menurut hasil investigasi awal di lapangan, selain mengalami perubahan warna menjadi keruh, aliran Kali Cipamubulan juga diduga mulai mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem sungai dan mencemari kawasan muara hingga Pantai Pulomanuk yang menjadi salah satu destinasi wisata di wilayah Bayah.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pengambilan sampel air, pengujian kualitas air, serta penelusuran terhadap sumber penyebab kekeruhan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun aktivitas wisata.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma, menyatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan akan menindaklanjutinya.

“Wa’alaikumussalam. Siap, mangga. Informasi diterima,” ujar Erik saat dikonfirmasi awak media.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab keruhnya aliran Kali Cipamubulan. Warga berharap DLH Kabupaten Lebak segera melakukan investigasi lapangan serta menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Tri

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru