MUARA ENIM – Ketua Umum Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Muara Enim Se-Jakarta (PERMESS_Jakarta), Marsel Kusnan, mendesak Plt Bupati Muara Enim bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi mahasiswa dan mahasiswi asal Muara Enim yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta.
Menurut Marsel, banyak mahasiswa perantauan yang masih menghadapi kesulitan ekonomi di tengah tingginya biaya hidup dan biaya pendidikan di ibu kota. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menghambat bahkan menghentikan pendidikan mereka apabila tidak mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Marsel mengungkapkan, pengalaman pada tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting. Saat itu, seorang mahasiswi asal Muara Enim dilaporkan terpaksa menghentikan kuliahnya karena keluarganya tidak lagi mampu membiayai pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.
“Ini menjadi tamparan bagi kita semua. Saya juga telah menyampaikan hal ini dalam sambutan Seminar Nasional di Kabupaten Muara Enim. Pemerintah daerah perlu menghadirkan program beasiswa agar dapat meringankan beban finansial mahasiswa dan mahasiswi Muara Enim yang sedang kuliah di Jakarta. Jangan sampai ada lagi anak daerah yang memiliki semangat dan cita-cita tinggi harus menghentikan pendidikannya hanya karena persoalan biaya,” tegas Marsel Kusnan.
PERMESS_Jakarta berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Plt Bupati dan Dinas Pendidikan segera merumuskan kebijakan konkret, seperti perluasan program beasiswa, bantuan pendidikan, serta pendataan mahasiswa perantauan yang membutuhkan dukungan.
Marsel menegaskan, PERMESS_Jakarta siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu pendataan dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
“Mahasiswa adalah aset dan masa depan Muara Enim. Jika hari ini kita abai, maka kita berisiko kehilangan generasi yang kelak diharapkan kembali membangun daerah. Kami berharap ada kepedulian nyata melalui kebijakan yang berpihak kepada mahasiswa, bukan sekadar janji,” pungkasnya.
Tri










