Sirene Damkar Menggema di SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, 357 Siswa Dibekali Jurus Hadapi Kebakaran

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal //utamapost.com — Suara sirene mobil pemadam kebakaran (Damkar) menggema di halaman SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.

Namun, kali ini bunyi sirene tersebut bukan pertanda datangnya musibah, melainkan menjadi bagian dari edukasi keselamatan dan mitigasi kebakaran bagi warga sekolah.

Sebanyak 357 siswa kelas VII, VIII, dan IX mengikuti pelatihan keselamatan kebakaran yang untuk pertama kalinya digelar di lingkungan SMP Ma’arif NU Dukuhwaru.

Kegiatan tersebut menghadirkan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal yang memberikan edukasi sekaligus praktik menghadapi kondisi darurat.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru mengenai langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membentuk kesiapsiagaan, sehingga warga sekolah tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.

Kepala SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, Aifi Zufiah, mengatakan edukasi mitigasi kebakaran merupakan bekal penting yang perlu dimiliki seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan mengingat lingkungan sekolah berada di kawasan permukiman yang cukup padat dan berdekatan dengan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Melalui kegiatan ini kami ingin siswa maupun guru mengetahui cara mengantisipasi dan menangani kebakaran dengan benar.

Alhamdulillah selama ini di sekolah kami tidak pernah terjadi kebakaran, dan kami berharap jangan sampai ada musibah seperti itu,” ujar Aifi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan adanya edukasi sejak dini, siswa diharapkan mampu memahami langkah yang tepat ketika menghadapi potensi kebakaran, mulai dari mengenali sumber bahaya, melakukan tindakan pencegahan, hingga mengetahui kapan harus meminta bantuan petugas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan jauh lebih baik daripada kepanikan ketika bencana telah terjadi.

Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga ruang untuk membangun karakter tanggap, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan bersama.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru