Batam Darurat Narkoba! Dari Pabrik di Ruko Hingga Brankas Ekstasi HH Club, Ade Erfil Manurung: “Negara Tak Boleh Kalah oleh Sindikat!”

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Batam Darurat Narkoba! Dari Pabrik di Ruko Hingga Brankas Ekstasi HH Club, Ade Erfil Manurung: “Negara Tak Boleh Kalah oleh Sindikat!”

Batam, : Status darurat peredaran narkotika kini disematkan untuk Kota Batam. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, aparat penegak hukum dari berbagai instansi membongkar jaringan narkoba kelas kakap di wilayah Kepulauan Riau secara bertubi-tubi.

Publik dihebohkan oleh empat pengungkapan spektakuler, mulai dari beroperasinya pabrik narkoba di ruko bekas sarang love scamming, peredaran vape berisi Etomidate, penyelundupan 1,3 ton narkoba via laut, hingga temuan brankas khusus ekstasi di tempat hiburan malam ternama.

Rentetan kasus ini memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Tokoh Aktivis Nasional yang juga Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI), Ade Erfil Manurung.

Ia menilai Batam kini bukan lagi sekadar pintu gerbang transit, melainkan telah menjadi surga produksi bagi kartel narkotika lintas negara.

“Ini sudah darurat tingkat tinggi. Negara tidak boleh kalah oleh pengusaha hitam dan sindikat narkoba. Kapolda Kepri dan BNN harus melakukan sweeping total ke seluruh tempat hiburan malam, cabut izinnya jika terbukti jadi sarang peredaran,” tegas Ade Erfil dalam keterangan resminya, Kamis (13/8)

Mangkirnya Pemilik Ruko dan Modus Baru

Sorotan tajam masyarakat saat ini tertuju pada penggerebekan BNN RI di Komplek Sakura Permai, Batu Ampar, pada akhir Juli lalu. Ruko yang disulap menjadi fasilitas peracikan narkoba dan pengemasan vape Etomidate ini ternyata memiliki rekam jejak kelam.

Pada Agustus 2023, ruko yang sama digerebek Polda Kepri karena menjadi markas sindikat love scamming WNA China.

Ade Erfil, yang juga merupakan Advokat dan mantan Ketua Umum Laskar Merah Putih ini, menyoroti kejanggalan lolosnya pengawasan pemilik properti. Terlebih, pemilik ruko berinisial AH [Andi Har] mangkir dari panggilan pemeriksaan perdana oleh penyidik BNN di Jakarta.

“Sangat tidak masuk akal sebuah properti bisa digunakan berturut-turut untuk kejahatan lintas negara tanpa kelalaian fatal atau sepengetahuan pemiliknya. BNN tidak boleh ragu. Jemput paksa jika terus tidak kooperatif, usut tuntas aliran dananya, dan miskinkan dengan UU TPPU!” desaknya keras.

Inovasi sindikat dalam meracuni generasi muda juga terbukti nyata setelah Polsek Lubuk Baja menyita 74 cartridge vape bermerek THUGS yang mengandung narkotika Etomidate dari dua tersangka di awal Agustus. Cairan memabukkan ini sempat disembunyikan di dalam mesin cuci di kawasan Sekupang untuk mengelabui petugas.

Pengungkapan Tonan dan Beking Tempat Hiburan

Di jalur laut, ancaman tak kalah mengerikan berhasil dipatahkan oleh Koarmada RI. Operasi laut di Perairan Tanjung Berakit sukses menggagalkan penyelundupan narkoba dengan muatan fantastis mencapai 1,3 ton.

Sementara itu, di pusat kota, Bareskrim Polri bersama Satgas NIC menampar keras dugaan praktik pembiaran peredaran narkoba di tempat hiburan malam.

Penggerebekan HH Club Planet 3.0 di Nagoya City pada Senin [10/8] dini hari berujung pada penangkapan 32 orang, termasuk pihak manajemen. Bukti telak berupa brankas besar berwarna hijau sage yang difungsikan khusus sebagai tempat penyimpanan pil ekstasi berhasil disita aparat.

Penggerebekan HH Club ini seolah membenarkan keresahan publik setelah dua bulan lalu sempat viral video amatir dugaan transaksi narkoba di kelab tersebut, yang saat itu dibantah mati-matian oleh manajemen.

“Penemuan brankas inex di HH Club adalah bukti peredaran ini difasilitasi secara terstruktur. Hukum harus tajam ke atas, jangan hanya tajam ke kurir di jalanan. Sinergi aparat harus diperkuat untuk menutup semua pintu masuk, baik jalur pelabuhan tikus maupun dari dalam kelab malam,” pungkas Ade Erfil menutup pernyataannya.

Kini, publik Batam masih terus menanti langkah tegas BNN dan kepolisian untuk mengusut tuntas dalang di balik maraknya peredaran barang haram tersebut, serta memastikan kehadiran pengusaha AH pada pemanggilan keduanya.(*Red)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru