Lapor Pak Kapolda! Kanitreskrim Polsek Bina Widya Diduga Lindungi Gudang Penimbunan BBM Ilegal

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Lapor Pak Kapolda! Kanitreskrim Polsek Bina Widya Diduga Lindungi Gudang Penimbunan BBM Ilegal

Pekanbaru – Penyalagunaan BBM Jenis Solar Subsidi di Kota Pekanbaru makin memprihatinkan, pasalnya bisnis ilegal ini terbilang berjalan dengan mulus layaknya jalan tol.

Salah satu contohnya seperti gudang atau tempat yang dijumpai didaerah Kecamatan Bina Widya ini,  tampak besar dan luas dibandingkan dengan gudang-gudang para pemain BBM solar lainnya di Kota Pekanbaru ini. Info yang diterima oleh awak media, gudang tersebut milik FG.

FG sendiri bukanlah orang baru, ia merupakan pemain lama dan namanya sudah sangat dikenal oleh sebagian besar para awak media di kota Pekanbaru ini. Dulu ia pernah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), namun entah bagaimana hingga kini statusnya pun menjadi tanda tanya. Fakta bahwa mafia solar mampu bertahan lama justru memperkuat dugaan adanya beking dari oknum aparat.

Pada Kamis (9/10) saat pertama kali di konfirmasi oleh awak media, Kanitreskrim Polsek Bina Widya, Iptu SM, ia menanyakan posisi keberadaan gudang tersebut. Lalu awak media menyebutkan alamatnya, walau sebelumnya telah dikirimkan kepadanya video gudang serta share lokasi gudang tersebut.

Namun, setelah ditunggu tanggapan dan jawabannya hingga beberapa hari tiada dibalas, lalu hari ini melalui WhatsApp awak media kembali menanyakan tentang perihal dugaan gudang penimbunan BBM solar bersubsidi tersebut.

“Kita cek gudangnya saya kirim nomor Panit opsnal,” ucapnya, Rabu (15/10).

Ia juga mengatakan, bagusnya sama-sama saja mengecek gudang tersebut. Pernyataan ini menjadi tanda tanya bagi awak media, setelah beberapa hari yang lalu dikonfirmasi dan hari ini justru malah mengajak untuk mengecek bersama. Jika ada dugaan permainan atau kongkalikong, maka tentu saja gudang tersebut sudah kosong adanya.

Jika aparat penegak hukum yang diharapkan bisa melakukan pengawasan dan penindakan secara cepat namun dianggap tumpul ketika berhadapan dengan mafia BBM jenis solar kelas kakap. Pernyataan tersebut bagaikan tamparan keras bagi institusi kepolisian. Jika benar adanya, ini bukan lagi sekadar dugaan keterlibatan aparat, melainkan membunuh citra Polri.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jika oknum aparat ada yang terlibat, mereka harus mendapatkan sanksi yang tegas. Kepercayaan masyarakat harus dipulihkan, ”ujar seorang aktivis Pekanbaru.

Publik kini bertanya-tanya: Sampai kapan Polda Riau akan membiarkan mafia solar bersubsidi ini berpesta di depan mata? Apakah hukum sudah benar-benar bisa dibeli, ataukah hanya berlaku untuk rakyat kecil.

Ia menambahkan, kebocoran diduga oknum aparat menerima upeti melalui praktik mafia solar demi kemulusan akses usaha berjalan dengan lancar.

“Kalau aparat sendiri ikut bermain, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi bentuk pengkhianatan terhadap keadilan. Negara harus bergerak cepat dengan pengawasan ketat dan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya

Maraknya penimbunan BBM solar subsidi ini memperlihatkan bahwa perang melawan mafia BBM bukan hanya soal menindak pelaku penimbunan seperti FG dan keberadaan gudangnya, tetapi juga membersihkan aparat yang bermain dibalik layar. Tanpa adanya penegakan hukum yang jujur, masyarakat hanya akan selalu menjadi korban kerakusan segelintir orang yang memperdagangkan hukum. Saat ini masyarakat begitu berharap agar Kapolda Riau bisa menindak secara tegas para oknum ini yang telah merugikan masyarakat dan negara.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru