Kasus Begal Revan Warga Baduy: Kapolri Diminta Jangan Tutup Mata, Gubernur DKI Dituding Sebar Hoaks Soal Penolakan RS

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kasus pembegalan terhadap Revan, warga Baduy Dalam di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kini menuai gelombang kemarahan publik. Keluarga korban dan aktivis masyarakat adat mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera bertindak tegas. Mereka menilai lambannya pengungkapan kasus ini memperlihatkan lemahnya rasa keadilan bagi rakyat kecil.

Revan menjadi korban begal saat menjajakan madu khas Baduy. Ia dibacok di bagian lengan dan kehilangan uang hasil penjualan Rp3 juta serta satu unit ponsel. “Sampai hari ini pelakunya belum juga tertangkap. Jangan sampai rakyat berpikir hukum hanya tajam ke bawah,” ujar Dani Saeputra, perwakilan keluarga korban, Jumat (7/11/2025).

Dani menegaskan, jika aparat tidak segera mengungkap kasus ini, ribuan masyarakat adat dan simpatisan dari berbagai daerah siap bergerak ke Jakarta menuntut keadilan. “Kami sudah bersabar, tapi kesabaran rakyat ada batasnya. Jika pelaku tidak segera ditangkap, kami yang akan datang menjemput keadilan,” tegasnya.

Lebih jauh, Dani juga menyindir pernyataan oknum Gubernur DKI Jakarta yang di media menyebut tidak ada rumah sakit yang menolak korban. “Itu kebohongan publik. Kami punya bukti dan saksi, ada rumah sakit yang menolak korban Revan. Nama rumah sakit dan alamatnya sudah kami kantongi. Setelah pelaku ditangkap, kami akan buka semuanya,” ujarnya.

Pernyataan Dani itu menimbulkan gelombang kritik terhadap Pemprov DKI. Publik menilai, alih-alih menunjukkan empati, oknum pejabat justru sibuk merapikan citra di media. “Jangan menutup-nutupi fakta hanya demi nama baik. Ini soal kemanusiaan, bukan pencitraan,” lanjutnya.

Keluarga korban juga mendesak Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Pusat segera bergerak cepat. Kasus ini disebut sebagai ujian nyata terhadap komitmen aparat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kapolri harus turun langsung. Jangan diam. Rakyat kecil butuh bukti bahwa hukum masih berpihak pada keadilan,” pungkas Dani.

Tri

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru