Program Oplah Didesa Cidikit Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Tanpa Papan Informasi, Kelompok Tani Dinilai Langgar Keterbukaan Informasi Publik

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak – Program Oplah di wilayah desa Cidikit kembali menjadi sorotan. Pasalnya, kegiatan tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Padahal, keberadaan papan informasi merupakan kewajiban dalam setiap pelaksanaan program yang menggunakan anggaran pemerintah.

 

Program Oplah yang bertujuan untuk mengaliri air ke area persawahan para petani diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dugaan tersebut muncul setelah ditemukan penggunaan bahan pipa vivanisasi yang disebut-sebut memakai merek Viva yang tidak memiliki standar SNI, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan ketahanannya.

 

Saat dikonfirmasi, Ketua Kelompok Tani, Munawar, memberikan tanggapan singkat. Ia menyatakan bahwa yang terpenting adalah air dapat mengalir ke sawah. “Kang, yang penting cai ngocor, pokona mah kitu wae,” ujarnya. Namun, ekspresi yang ditunjukkan saat memberikan pernyataan tersebut diduga terkesan kurang kooperatif.

 

Beberapa Masyarakat petani berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan kembali agar pembangunan yang menggunakan dana pemerintah dapat terlaksana sesuai aturan dan standar yang berlaku.

Masyarakat juga meminta agar penggunaan material diperhatikan demi keberlanjutan fungsi saluran air bagi para petani.

 

Dikonfirmasi pihak BPP kecamatan Bayah terkait penggunaan Viva dan bangunan bronkef yang dipasang tanpa ada galian pondasi.

Itu sudah sesuai RAB kng dan saya juga sering kontrol kelapangan untuk pengawasan, ungkapnya.”tri/Rudi”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru