Diduga Terjadi Pemotongan BLTS Kesra di Desa Cikadondong, RT Dituding Minta Rp 50 Ribu per KPM

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Terjadi Pemotongan BLTS Kesra di Desa Cikadondong, RT Dituding Minta Rp 50 Ribu per KPM

Lebak, Banten — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra di Desa Cikadondong, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sejumlah warga yang menjadi narasumber mengaku bahwa terdapat pemotongan dana bantuan sebesar Rp 50.000 dari setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa pemotongan tersebut diduga dilakukan oleh ketua RT melalui anaknya yang datang meminta uang kepada para penerima bantuan. Para warga mengaku tidak mengetahui dasar pemotongan tersebut dan merasa tidak pernah diberi penjelasan resmi.

> “Kami mendapat BLTS Kesra, tapi dipotong lima puluh ribu. Katanya dari RT, lewat anaknya yang mengambil,” ujar salah satu narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Upaya konfirmasi dilakukan kepada Kepala Desa Cikadondong melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban ataupun klarifikasi terkait dugaan pemotongan bantuan tersebut. Sikap diam pihak desa ini kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah desa maupun pihak terkait memberikan penjelasan terbuka dan menindaklanjuti informasi tersebut apabila benar terjadi penyimpangan.

Tri/tim

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru