Masyarakat Pekanbaru Resah: Gelper One Piece, Pokemon, dan Cucian Mobil Diduga Sarang Perjudian yang Dibiarkan Aparat

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Masyarakat Pekanbaru Resah: Gelper One Piece, Pokemon, dan Cucian Mobil Diduga Sarang Perjudian yang Dibiarkan Aparat

Pekanbaru – Warga Kota Pekanbaru semakin gelisah menyaksikan maraknya aktivitas perjudian yang bersembunyi di balik kedok gelanggang permainan (gelper) dan usaha cucian mobil. Beberapa lokasi mencurigakan, seperti Gelper One Piece di Jalan Kuantan Raya, Gelper Pokemon di Jalan Riau, serta gelper yang menyamar sebagai cucian mobil di Jalan Tuanku Tambusai, terus beroperasi tanpa hambatan. Masyarakat menuding aparat penegak hukum (APH) tutup mata dan membiarkan praktik ilegal ini merajalela.

Kedatangan awak media ke lokasi-lokasi tersebut mengonfirmasi keresahan warga. Di Gelper Pokemon, Jalan Riau, puluhan mesin judi berteknologi tinggi berderet rapi, lengkap dengan suara gemerincing koin dan para pemain yang tak pernah sepi. Gelper One Piece di Jalan Kuantan Raya menarik pengunjung dari berbagai kalangan usia, dengan taruhan uang asli untuk membeli koin meski dikemas sebagai “permainan hiburan”. Sementara itu, di Jalan Tuanku Tambusai, sebuah usaha cucian mobil berubah di dalamnya menjadi sarang gelper, di mana warga melihat transaksi mencurigakan berlangsung tanpa pengawasan ketat.

” Kami resah sekali, anak-anak dan pemuda kita tergiur ikut main. Uang habis dalam hitungan jam, tapi aparat seperti tidak peduli,” keluh seorang warga sebut saja Anto (55), yang tinggal tak jauh dari Gelper One Piece. Ia menambahkan, laporan ke APH kerap direspons setengah hati, membuat aktivitas ini semakin berani. Keluhan serupa dilontarkan warga sekitar lokasi lain, yang mengklaim kerugian ekonomi dan moral akibat maraknya perjudian ini.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. Namun, pengamat hukum lokal menilai, penindakan tegas diperlukan untuk memutus rantai kejahatan ini, mengingat perjudian online dan offline telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial Pekanbaru. Masyarakat mendesak pemerintah kota dan aparat untuk segera razia dan tutup lokasi-lokasi bermasalah tersebut.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru