Lebak – Pembangunan drainase di ruas Jalan Cikatomas–Tegalumbu diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pasalnya, dalam pelaksanaan di lapangan, pekerjaan drainase justru diprioritaskan pada area dengan kontur tanah yang relatif landai.desa Girimukti kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten.17/12/2025.
Sementara itu, titik jalan yang rawan longsor bahkan sudah terlihat adanya longsoran tanah tidak tersentuh pengerjaan oleh pelaksana atau pemborong pembangunan drainase. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait perencanaan dan skala prioritas dalam proyek tersebut.
Pelaksana pembangunan drainase diduga tidak melakukan penilaian terhadap kontur tanah yang labil dan berpotensi longsor. Pelaksana pemborong drainase dinilai hanya sebatas menjalankan kegiatan pekerjaan, tanpa memahami kondisi lokasi secara menyeluruh, termasuk tingkat kerawanan tanah dan karakteristik kontur di sepanjang jalur pembangunan.
Akibatnya, pembangunan drainase dikhawatirkan tidak tepat sasaran serta berpotensi tidak memberikan manfaat maksimal dalam mencegah longsor dan kerusakan jalan di wilayah tersebut.
Pembangunan drainase menuai sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan harapan masyarakat setempat.
Beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan pembangunan drainase yang dianggap tidak tepat sasaran. Menurut warga, pihak pemborong dan konsultan seharusnya memahami serta menilai kontur tanah sebelum menentukan titik pembangunan. Drainase semestinya diprioritaskan pada area dengan kontur tanah labil dan rawan longsor.
Namun kenyataannya di lapangan, pembangunan justru dilakukan di lokasi yang tanahnya landai dan dinilai tidak rawan longsor. Sementara itu, titik-titik dengan kondisi tanah labil yang dinilai lebih membutuhkan drainase justru tidak tersentuh pembangunan.
Warga juga menyampaikan bahwa pada awal pelaksanaan, pihak pemborong sempat menyatakan lokasi dengan tanah labil akan dikerjakan pada tahap akhir. Akan tetapi hingga pekerjaan selesai, lokasi tersebut tidak kunjung dibangun. Pekerjaan hanya terfokus pada area yang tanahnya stabil dan relatif aman.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ujat Munajat selaku pelaksana pemborong pembangunan drainase menyampaikan keterangan singkat. Ia menyatakan bahwa pekerjaan tidak dilanjutkan karena volume anggaran telah habis.
“Volumenya sudah habis,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, warga berharap pihak terkait dapat melakukan evaluasi serta memberikan penjelasan terbuka terkait perencanaan dan pelaksanaan pembangunan drainase tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
.Tim/Red.










