Kyai Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Tajul Qur’ani di Pekanbaru Diduga Aniaya dan Usir Santri Tengah Malam

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Kyai Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Tajul Qur’ani di Pekanbaru Diduga Aniaya dan Usir Santri Tengah Malam

Pekanbaru – Tahun 2025 baru saja telah berganti ke 2026, tapi satu kisah kelam di akhir tahun lalu telah mencoreng dunia pendidikan pesantren di Kota Pekanbaru. Kasus dugaan penganiayaan di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Tajul Qur’ani, Jalan Padat Karya, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Peristiwa akhir 2025 ini melibatkan Kyai M. Roziqin pemimpin pesantren yang diduga melakukan tindakan keras terhadap lima santrinya, dan hingga kini salah satu santri sudah tidak bersekolah lagi.

Awal Mula Insiden

Pada 19 Desember 2025 sekitar pukul 01.00 dini hari, lima santri kedapatan di kebun belakang pondok dengan dugaan merokok, melanggar jam malam. Kyai Roziqin diduga memukul, menendang, dan menjambak mereka sebelum mengusir santri-santri tersebut dari pondok. Beberapa berasal dari luar kota seperti Taluk Kuantan dan Bengkalis.

Kadri, orang tua salah satu santri, mengisahkan para santri akhirnya bermalam di rumahnya yang tak jauh dari pesantren. Empat santri lain pada akhirnya diterima kembali, tapi anaknya ditolak dengan alasan diduga penyebabnya tunggakan uang mondok. Hingga kini, santri tersebut belum bersekolah akibat peristiwa ini.

Versi Kyai dan Istri

Ketika ditemui dikediamannya, Kyai Roziqin mengakui melakukan penamparan terhadap salah satu santri sebagai bentuk kasih sayang. “Pada prinsipnya ketika normal mungkin akan seperti itu, tapi kondisinya, psikologisnya pada saat itu memang harus seperti itu,” ujarnya, menjelaskan pertanyaan dari awak media kenapa dilakukan pengusiran pada  tengah malam, Senin 5/1/2026.

Ia membantah tendangan dan menjambak, hanya mengaku menampar. Istri kyai juga terlibat, “Pakai sandal, trus saya jewer juga,” katanya. Kyai menyangkal penolakan santri, klaim orang tua tidak memohon seperti yang lain. Ia bahkan telah lama memberi potongan uang mondok hingga separuhnya, santri dianggap bersalah karena keluar pondok dan melanggar jam malam.

Hingga kini, kasus peristiwa penamparan hanya berlalu begitu saja karena orang tua dari santri yang ditampar menganggap hal itu mungkin biasa saja dan lebih mencemaskan anaknya jika tidak bersekolah lagi.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru