GAWAT !!! Merugikan Masyarakat, BBM Tercampur Air, Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU No. 14.293.637

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuantan Singingi, utamapost.com : Stasiun pengisian bahan bakar minyak di SPBU No. 14.293.637 Desa Petai/ Koto Baru, Kec. Singingi Hilir, Kab. Kuansing , diduga tercampur dengan air, BBM jenis pertalite yang diketahui dikirim oleh pertamina menuai sorotan publik. Minggu (11/01/2026)

 

Statsiun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan mutu produk usai kini ramai dikeluhkan konsumen.

 

Beberapa pengendara sepeda motor mengaku mesin kendaraannya tersendat, brebet, bahkan mati mendadak tidak lama setelah pengisian Pertalite. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya kualitas BBM yang tidak sesuai standar, diduga akibat tercampur air atau zat lain.

 

BBM berjenis pertalite yang dikirim oleh pihak pertamina diduga bercampur dengan air, BBM jenis pertalite yang diduga tercampur air diketahui saat para konsumen melakukan pengisian BBM di stasiun bahan bakar minya di SPBU No. 14.293.637 Desa Petai/ Koto Baru, Kec. Singingi Hilir, Kab. Kuansing dikendarainya,

 

Salah seorang warga menyebutkan, setelah mengisi Pertalite, motornya sulit dihidupkan dan mengeluarkan suara tidak normal. “Awalnya saya kira kerusakan mesin biasa, tapi setelah dicek bengkel, katanya bensin bercampur air,” ungkapnya.

 

Sejumlah bengkel di sekitar lokasi juga mengaku menerima keluhan serupa dari pelanggan dalam beberapa hari terakhir. Kerusakan yang dialami umumnya pada sistem pembakaran dan injeksi bahan bakar, yang diduga kuat dipicu oleh kualitas BBM yang tidak layak pakai.

 

Masyarakat pun berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan penelusuran lebih lanjut. Jika benar terjadi praktik pengoplosan atau kelalaian dalam penyimpanan BBM, hal tersebut dinilai sangat merugikan konsumen.

 

Selain berdampak pada kendaraan, dugaan peredaran BBM oplosan ini juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga khawatir kejadian serupa kembali terulang dan meluas ke wilayah lain apabila tidak segera ditangani secara serius.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengencer yang diduga menjadi lokasi peredaran Pertalite bermasalah tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh awak media untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang.

 

dugaan Pertalite oplosan bercampur air ini diharapkan menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, guna melindungi konsumen serta menjaga kualitas distribusi BBM di wilayah Kota Bukittinggi dan sekitarnya.

 

Diketahui bahwa manajer SPBU 14.293.637 yang bernama Leni dan pengawasan SPBU yang bernama Fajri, harus bertanggungjawab atas kelalaiannya tersebut.

 

Sementara itu terkait penyebab kontaminasi, tim investigasi awak media ini belum mendapatkan klarifikasi ataupun Konfirmasi dari pihak SPBU 14.293.637, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

 

Awak media ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak SPBU, sampai berita ini diterbitkan. Berita ini akan mengalami perubahan apabila pihak SPBU sudah melakukan klarifikasi nya, agar pemberitaan yang telah kami terbitkan lebih berimbang dan tidak tendensius.

 

bersambung … (TIM)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru