Pupuk Subsidi Dijual Bebas ke Warung Tanpa RDKK,Diduga Disalah Gunakan.

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak – Distribusi pupuk subsidi di kampung dayasari Desa LebakbTipar Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Banten,  diduga kuat disalahgunakan. Pupuk yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),  justru dijual bebas ke warung,hal ini  memunculkan dugaan keterlibatan oknum kios resmi dan ketua kelompok tani.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pupuk subsidi jenis urea dan NPK disalurkan ke luar mekanisme resmi dan diperjualbelikan tanpa mengacu pada data e-RDKK. Praktik ini diduga dilakukan untuk meraup keuntungan pribadi, dengan harga jual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dampak dari perbuatan oknum pemilik kios dan ketua kelompok tani,  petani yang berhak justru kesulitan memperoleh pupuk saat musim tanam. Sejumlah petani mengaku sudah berulang kali mengeluhkan kondisi tersebut, namun belum ada tindakan tegas dari Dinas terkait.

Dugaan penyimpangan ini dinilai berpotensi merugikan negara dan mencederai tujuan program subsidi pemerintah. Ketua ORMAS PERPAM Lebak selatan Parid Padlani,  akan segera mendesak  Aparat dan instansi terkait  segera turun tangan untuk mengusut tuntas dan menindak pihak-pihak yang terlibat.

Pemilik warung, saat di konfirmasi awak media online menyebutkan ” saya beli pupuk dari ketua kelompok tani inisial ,Z, dan sebelum nya dikirim langsung oleh kios inisial ,U. Kalau untuk berjualan pupuk paling juga 3 tahun berjalan, dan tadi sudah saya jelaskan saya di kirim lngsung oleh U ke warung , terkait harga ,saya menjual  RP 280.000. dan kalau lokasinya jauh Rp 300.000 / pasang. Terangnya.24/12/2025.

Pemilik kios inisial U. Saat dipintai keterangan, saya pagi-pagi sudah mendatangi ketua kelompok dan warung di kampung daya sari, itu ulah ketua kelompok, karena ketua kelompok tidak ada modal untuk penebusan pupuk dari kami,tapi datangi saja ketua kelompok , sama saya sudah di obrolkan,dan dia pesan ,akang di suruh menemui ketua kelompok,Z, obrolkan saja dengan dia. Katanya.

Dikonfirmasi ketua kelompok tani inisial Z. di kediamannya, ” saya menjual pukuk baru satu kali,karena kebetulan saya tidak ada uang untuk menebus nya, jadi kios jangan ngorbankan saya, saya tahu percis bahwa sebelumnya kios sendiri yang suka kirim barang ke warung tersebut, yang saya tau dari dulupun kios yang menjual bebas ke warung tersebut, dan itu sudah berjalan lama,bahkan saya yakinkan kios tidak hanya menjual ke warung itu, kemungkinan ke warung lain pun ada, jangan saya yang di jadikan korban, hayu kalau mau saling bongkar,saya yang punya wilayah disini, dan saya lebih tau semua perbuatan kios. Ungkapnya.25/12/2025.

Menurut ,SI, selaku distributor pupuk , ” saya sudah wanti-wanti dan selalu memberikan arahan kepada semua kios, jangan sampai pupuk bersubsidi di jual bebas, dah harganyapun harus mengikuti Harga Eceran Tertinggi(HET) karena pupuk bersubsidi tidak boleh di jual bebas tanpa mengacu ke e,RDKK, jadi jangan sampai dikemudian hari menjadi permasalahan, dan apa bila masih terjadi seperti itu, saya akan cabut ijin nya, dan tidak akan dikirim lagi pupuk. Ujarnya.”Tri ”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru