Pernyataan Asda II Lebak Tuai Polemik, King Naga: Ini Bukan Klarifikasi tapi Provokasi

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Banten — Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, melontarkan kritik keras terhadap klarifikasi yang disampaikan Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Lebak. Ia menilai pernyataan tersebut bukan untuk meredam kegaduhan, melainkan justru memperlihatkan watak defensif birokrasi yang alergi terhadap kritik.

 

Menurut King Naga, apa yang disampaikan Asda II tidak menyentuh substansi persoalan yang dipersoalkan publik. Klarifikasi itu dinilai hanya sebagai tameng untuk menyelamatkan citra pemerintah daerah, bukan sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pejabat publik.

 

“Ini bukan klarifikasi, ini pembelaan diri. Ketika pejabat lebih sibuk menjaga muka daripada menjawab inti persoalan, maka yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat,” tegas King Naga kepada media pada Selasa.

 

Ia menegaskan, kegaduhan yang terjadi bukan lahir dari kritik LSM, melainkan dari pernyataan pejabat itu sendiri yang dinilai ceroboh dan tidak sensitif terhadap situasi di lapangan. Oleh karena itu, langkah paling elegan seharusnya adalah permintaan maaf terbuka kepada publik, bukan membangun narasi seolah-olah pemerintah berada di posisi paling benar.

 

“Pejabat publik digaji dari uang rakyat. Kalau pernyataannya melukai rasa keadilan masyarakat, jangan berlindung di balik istilah klarifikasi. Akui salah, minta maaf, selesai. Itu baru sikap negarawan,” ujarnya lantang.

 

Lebih jauh, King Naga memperingatkan bahwa sikap defensif seperti ini hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan antara rakyat dan pemerintah daerah. Ia menyebut, bila kritik terus dianggap ancaman, maka birokrasi Lebak sedang berjalan ke arah yang keliru.

 

“Jangan salahkan masyarakat jika ke depan suara publik makin keras. Ini bukan gaduh, ini alarm bahaya bagi birokrasi yang menutup telinga,” tandasnya.

 

LSM GMBI Distrik Lebak menegaskan akan terus mengawal isu ini dan tidak akan berhenti menyuarakan kritik selama pemerintah daerah masih menampilkan sikap antikritik dan enggan bertanggung jawab secara moral di hadapan publik.

 

Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru