Tambang Batubara Milik Balok, Blok Ledeng Diduga Rusak Lahan Perum Perhutani, Pemilik Lubang Tambang Disebut Abaikan Kelestarian Lingkungan.

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak – Aktivitas tambang batubara di wilayah Blok Ledeng yang berada di atas lahan milik Perum Perhutani diduga menimbulkan kerusakan lingkungan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan penambangan tersebut diduga dilakukan tanpa memperhatikan aspek kelestarian hutan dan tata kelola lingkungan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satu pemilik lubang tambang batubara “Balok” di lokasi tersebut diduga bertindak seolah kebal hukum. Aktivitas tambang disebut tetap berjalan meskipun muncul dugaan pelanggaran terhadap aturan kehutanan dan lingkungan hidup.

Akibat aktivitas penambangan tersebut, lahan yang sebelumnya merupakan kawasan hutan produksi diduga mengalami kerusakan, termasuk perubahan kontur tanah serta potensi dampak terhadap ekosistem sekitar. Jika tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko lebih besar, seperti longsor dan pencemaran lingkungan.

Aparat penegak hukum, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak Perum Perhutani untuk segera melakukan pengecekan dan investigasi langsung ke lokasi guna memastikan legalitas serta dampak kegiatan tambang tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran, diharapkan adanya tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku agar tidak menjadi preseden buruk bagi pengelolaan kawasan hutan.

Aktivitas pertambangan batu bara kembali menjadi sorotan publik. Selain diduga memiliki lobang tambang batu bara balok, oknum pengusaha juga disebut-sebut memiliki lokasi pengepulan batu bara yang berada di atas lahan milik Perum Perhutani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas pengepulan tersebut diduga berlangsung tanpa memperhatikan aspek perizinan dan kelestarian lingkungan. Lahan yang seharusnya dikelola untuk kepentingan kehutanan negara justru diduga dimanfaatkan untuk kegiatan usaha batu bara.

Sikap pihak Perum Perhutani yang dinilai terkesan tutup mata terhadap adanya aktivitas tersebut. Pasalnya, penggunaan lahan negara untuk kepentingan usaha pertambangan semestinya melalui prosedur dan izin resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang terkait dugaan tersebut.

Tri/Rudi

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru