Tiga Bulan Pasca Banjir Bandang, Lumpur Mengeras di Drainase Jadi Momok Baru

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA,utamapost.com | Genap tiga bulan sudah bencana banjir bandang dahsyat yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 26 November 2025 lalu. Meski masa tanggap darurat telah lama berlalu, duka dan kepenatan masih menyelimuti para korban selamat. Kini, warga di Kabupaten Pidie Jaya dihadapkan pada momok baru: ancaman banjir lokal akibat sistem drainase yang masih tersumbat total oleh lumpur yang telah membatu.

Berdasarkan pantauan Cek Mad dari media ini di lapangan, Senin (23/2/2026), kondisi memprihatinkan terlihat jelas di kawasan Dusun Pante, Lorong Tgk Di Meunasah, Gampong Mns Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. Rumah-rumah warga yang sebelumnya porak-poranda diterjang material banjir bandang memang mulai tampak rapi. Dinding-dinding yang semula penuh garis lumpur kini sudah mulai bersih. Lantai rumah pun telah disapu dan dipel hingga bersih.

Namun, kebersihan rumah-rumah tersebut hanya bertahan di permukaan. Warga setempat yang ditemui di sela-sela aktivitasnya, mengungkapkan keputusasaannya. “Rumah kami sudah bersih, Pak. Tapi kami hidup dalam ketakutan. Setiap kali hujan turun, air dengan cepat masuk ke dalam rumah,” ujarnya dengan nada letih.

Penyebabnya bukan lagi kiriman banjir bandang dari gunung, melainkan sistem drainase atau selokan di lingkungan mereka yang hingga saat ini masih mati total. “Selokan-selokan di depan dan di sekitar rumah ini masih penuh terisi lumpur. Lumpur itu sudah mengeras membatu. Jadi, air hujan tidak punya tempat mengalir, langsung naik ke pekarangan dan masuk ke rumah,” jelasnya lebih lanjut.

Kondisi ini diperparah dengan tingkat kelelahan fisik yang sudah mencapai puncaknya pada diri warga. Selama tiga bulan terakhir, mereka habis-habisan menguras tenaga dan pikiran untuk membersihkan rumah dari timbunan lumpur dan material sisa banjir bandang. Banjir bandang 26 November lalu tidak hanya merendam, tetapi juga mengirimkan material vulkanik dan lumpur dalam volume besar dari hulu gunung, yang kini mengendap dan mengeras di setiap saluran air.

“Kami semua sudah kehabisan tenaga. Secara fisik, kami sangat lelah. Secara finansial, kami juga sudah tekor untuk biaya hidup dan perbaikan rumah. Tidak ada lagi dana untuk menyewa alat berat atau bahkan membeli peralatan untuk membongkar lumpur yang sudah membatu di got itu,” keluh seorang warga lainnya.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatitkan menjelang potensi puncak musim hujan, warga di kawasan tersebut kompak bersuara. Mereka meminta pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk segera turun tangan. Bantuan yang paling mendesak saat ini bukan lagi sembako atau selimut, melainkan alat berat dan tenaga untuk melakukan normalisasi drainase.

“Kami mohon kepada Bapak Bupati dan jajaran. Tolong pikirkan kami. Pengerukan got-got yang tersumbat lumpur ini harus segera dilakukan. Ini darurat. Jika hujan deras turun lagi dalam waktu dekat, semua kerja keras kami membersihkan rumah selama tiga bulan ini akan sia-sia, dan kami akan kembali kebanjiran,” pungkasnya mewakili warga Dusun Pante Lorong.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terkait keluhan warga tersebut. Warga berharap, peringatan tiga bulan bencana ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada rumah berdiri kembali, tetapi juga pada infrastruktur dasar yang memungkinkan mereka hidup layak dan aman. (CM)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru