Lebak – Masyarakat menyoroti penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga masih menyertakan menu rebus singkong dalam pembagiannya kepada siswa SDN desa Mekarsari,Sejumlah orang tua siswa menyampaikan keberatan dan berharap adanya evaluasi terhadap variasi menu yang diberikan.
Program MBG yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa. Oleh karena itu, pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program perlu dilakukan secara berkala agar tidak terjadi penyimpangan.SDN Mekarsari desa Mekarsari kecamatan Cibeber kabupaten Lebak provinsi Banten.04/03/2026.
Menurut keterangan Kepala SPPG, menu rebus singkong dinilai tetap memiliki kandungan gizi dan layak dikonsumsi. Namun demikian, masyarakat menilai bahwa meskipun singkong memiliki nilai gizi, menu tersebut sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama atau diberikan secara berulang dalam program MBG.
Program MBG yang digagas pemerintah melalui SPPG diharapkan benar-benar memperhatikan keseimbangan gizi, variasi makanan, serta kualitas penyajian agar sesuai dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan semangat belajar siswa.
Masyarakat menyoroti peran Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) agar tidak sembarangan dalam menentukan menu MBG. Penentuan menu harus mengacu pada standar gizi seimbang, memperhatikan kualitas bahan makanan, kebersihan, serta kelayakan konsumsi bagi siswa.
“Kami mendukung penuh program MBG, namun pelaksanaannya harus profesional dan transparan. Jangan sampai menu yang diberikan tidak sesuai dengan nilai gizi yang dibutuhkan anak-anak,” ujar salah satu perwakilan orang tua siswa.
Masyarakat meminta agar dapur MBG melakukan evaluasi menu secara menyeluruh dan mempertimbangkan aspirasi orang tua serta siswa, sehingga penyaluran makanan dapat lebih beragam, layak, dan sesuai harapan bersama.
Dikonfirmasi “Tauvan”via WhatsApp kepala SPPG Mengatakan kalau penyaluran menu MBG menggunakan rebus singkong itu sudah sesuai dengan ahli gizi.
“Kalo basi, kita di sini juga ada sampel yang ditaruh di suhu ruang. Sudah dicek, Nggak ada kendala terkait basinya, Pak,” imbuhnya.
“Terkait keluhan, memang ada, dan itu sudah saya klarifikasi ke pihak sekolah juga, Pak. Seperti yang saya sampaikan di atas tadi, dan tentu saja ini akan menjadi evaluasi saya untuk ke depannya,” ungkap “Taupan”Kepala SPPG.
Masyarakat meminta pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap dapur MBG agar kualitas menu, kebersihan, serta standar gizi benar-benar terjaga sesuai tujuan awal program.
Program MBG diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang untuk siswa/siswi.
“Tri”










