PEMERINTAH PELALAWAN DINILAI LANGGAR PRINSIP BAZNAS: AKTIVIS MINTA ZAKAT DIKEMBALIKAN KE FUNGSI UTAMANYA

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelalawan, 17 April 2026 — Polemik pembangunan Z-Park di Kabupaten Pelalawan kembali mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Proyek yang digagas oleh pemerintah daerah periode 2024–2029 ini menuai kritik tajam dari kalangan aktivis mahasiswa, khususnya terkait penggunaan dana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai sumber pembiayaannya.

Ego Prayogo, Presiden Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) 2025 sekaligus Koordinator Pendidikan BEM SI 2025/2026, dengan tegas menyuarakan keberatannya terhadap kebijakan tersebut.

“Pemerintah Pelalawan melanggar! BAZNAS jangan semua dibuat bisnis! Kembalikan zakat ke fungsi utamanya dan prinsipnya di Kabupaten Pelalawan,” tegas Ego Prayogo.

Proyek Z-Park dan Visi “Pelalawan Menawan”

Z-Park merupakan proyek wisata yang digagas pemerintah Kabupaten Pelalawan di bawah visi besar “Pelalawan Menawan, Maju, Ekonomi Mandiri, Nyaman, Aman, dan Berkelanjutan.”

Proyek ini dikonsep sebagai destinasi wisata sekaligus ruang sedekah bagi masyarakat, dengan tagline “sedekah sambil berwisata.”

Namun, Ego mempertanyakan landasan dan prioritas pembangunan tersebut di tengah banyaknya persoalan mendasar yang belum terselesaikan di kabupaten ini.

“Tujuan Pelalawan dari dulu ingin daerah kita maju, dari kota sampai ke desa-desa. Akan tetapi hal ini jauh dari kata itu. Banyak hal belum nampak terselesaikan sampai saat ini melihat kota dan desa dengan apa adanya,” ujarnya.

Yang menjadi inti persoalan, menurut Ego, adalah keterlibatan BAZNAS dalam pembiayaan pembangunan Z-Park, di mana dana yang digunakan bersumber dari uang zakat masyarakat.

Ia menilai penggunaan dana zakat untuk kepentingan komersial dan wisata merupakan penyimpangan dari prinsip dasar pengelolaan zakat yang seharusnya disalurkan langsung kepada mereka yang berhak menerima (mustahik).

“Masyarakat masih banyak bertanya, kenapa ini dibangun, apa landasannya, dan ini nampak jadi prioritas dibanding menyelesaikan permasalahan desa mulai dari kemiskinan, jalan banyak yang rusak, dan lain semacamnya,” tambahnya.

Desak Evaluasi dan Tinjau Ulang

Ego Prayogo secara resmi mendesak Bupati Pelalawan beserta jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek Z-Park sebelum menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

“Kepada Pemerintah Pelalawan, Bupati dan jajarannya segera evaluasi dan tinjau kembali terkait Z-Park ini, jangan nanti menjadi penyesalan di kemudian hari, terutama menyangkut kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan saran konkret kepada pemerintah daerah:

“Lebih baik zakat yang ada dikembalikan dan diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak menerima, tanpa adanya unsur bisnis. Jika ingin meneruskan Z-Park, silakan gunakan dan lihat anggaran pemda selanjutnya untuk proyek ini.”

 

Catatan Redaksi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pelalawan maupun BAZNAS Pelalawan terkait pernyataan dan desakan yang disampaikan oleh Ego Prayogo. Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi.

 

Laporan: Tim Redaksi Editor: Desk Daerah

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru