ROKAN HILIR,utamapost.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menerima bantuan masif dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia berupa ratusan unit alat dan mesin pertanian (Alsintan). Bantuan ini diserahkan untuk memperkuat Brigadir Pangan dalam rangka meningkatkan produksi padi daerah serta mewujudkan swasembada pangan.
Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada petani di Rokan Hilir.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah membantu dan memperhatikan kami. Semoga bantuan ini menjadikan hasil panen di Rokan Hilir melimpah, sehingga mencukupi kebutuhan masyarakat dan ke depannya hasil produksi bisa dijual ke tempat lain,” ujar Bupati Bistamam.
Bupati berharap, bantuan ini mampu membawa Rokan Hilir menuju kemandirian pangan, sejalan dengan keberhasilan Kementan dalam menekan angka impor pangan.
“Ini sangat luar biasa. Harapan dan doa kami semoga Pak Menteri sehat walafiat dan sukses terus. Beliau berhasil membawa pertanian kita, yang dulu impor sekarang tidak lagi, bahkan ke depan kita menuju ekspor,” tambahnya.
Adapun rincian bantuan Alsintan yang diterima Rohil cukup fantastis, meliputi:
•Traktor roda dua: 96 unit
•Traktor roda empat: 24 unit
•Pompa air: 96 unit
•Rice Transplanter (mesin tanam): 48 unit
•Combine Harvester (mesin panen): 5 unit
•Power Thresher (mesin perontok): 12 unit
•Hand Sprayer: 12 unit
•Drone pertanian: 24 unit
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Rokan Hilir, Cicik Mawardi Athar, menjelaskan bahwa bantuan ini difokuskan untuk 34 kelompok Brigadir Pangan yang di-SK-kan langsung oleh Kementerian Pertanian.

“Satu Brigadir Pangan mengelola 150-250 hektare sawah. Bantuan ini nilainya sekitar Rp3 miliar per Brigadir Pangan. Drone akan menyusul, namun Alsintan utama sudah datang,” ujar Cicik.
Cicik menegaskan pesan agar para petani dan kelompok tani benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut. Pihaknya menjamin, penggunaan alat akan dipantau ketat setiap minggu oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang kini berada di bawah naungan pusat.
“Harapan kita petaninya kompak. Jangan sampai alat ini kurang penggunaan. Setiap minggu pasti dicek oleh kementerian melalui PPL yang laporannya langsung ke pusat. Kalau bantuan tidak dimanfaatkan, alat bisa dipindahkan ke kelompok lain. Kita ingin Brigadir Pangan mandiri untuk meningkatkan swasembada pangan kita,” tegasnya.
Terkait potensi lahan, Cicik memaparkan bahwa luas lahan baku sawah di Rokan Hilir mencapai 13.000 hektare. Namun, berdasarkan pengecekan ulang (instruksi ATR/BPN), yang aktif terdata saat ini adalah 8.300 hektare, dengan rincian 1.000 hektare masuk kawasan hutan dan 7.000 hektare sudah diajukan sebagai Kelompok Sawah yang Dilindungi.
“Pusat lahan padi kita ada di Kecamatan Pekaitan, Tanah Putih, Rimba Melintang, dan Bangko,” pungkasnya.(ibr)










