Dugaan Intimidasi Senjata Api oleh Oknum Aparat Terhadap Kelompok Tani di Penajam Paser Utara Menuai Kecaman

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penajam Paser Utara – Kalimantan Timur, Sebuah insiden dugaan intimidasi yang melibatkan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dilaporkan terjadi di wilayah Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

‎

‎Oknum tersebut diduga melepaskan tembakan menggunakan peluru tajam ke arah pondok milik kelompok tani setempat.

‎

‎Peristiwa ini memicu reaksi keras dan kecaman dari berbagai organisasi kelompok tani di Provinsi Kalimantan Timur.

‎

‎Tindakan tersebut dinilai tidak hanya membahayakan nyawa warga sipil, tetapi juga mencoreng citra institusi kepolisian di mata masyarakat.

‎

‎Menurut keterangan salah satu perwakilan kelompok tani yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, penembakan tersebut diduga berkaitan dengan upaya pengamanan kepentingan pengusaha di wilayah tersebut.

‎

‎”Kami sangat menyayangkan mengapa aparat justru terkesan menjadi alat bagi kepentingan pengusaha yang legalitas perizinannya pun masih kami pertanyakan. Penggunaan senjata api dan peluru tajam untuk mengintimidasi petani kecil adalah tindakan yang melampaui batas,” ujar perwakilan tersebut pada Selasa (05/05/2026).

‎

‎Kelompok tani menekankan bahwa mereka selama ini hanya berupaya mempertahankan hak atas lahan mereka.

‎

‎Masuknya oknum aparat dengan pendekatan represif dianggap sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prosedur penanganan konflik agraria.

‎

‎Sebagai tindak lanjut dari insiden mencekam ini, perwakilan kelompok tani berencana melakukan langkah hukum secara resmi.

‎

‎Mereka akan melaporkan perusahaan terkait serta oknum aparat yang terlibat kepada instansi berwenang, termasuk Propam dan lembaga hak asasi manusia, guna menuntut keadilan serta perlindungan hukum bagi para petani.

‎

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak kelompok tani sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk memperkuat laporan mereka.

 

‎Sumber Targetberita.co.id

Tri

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru