Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Hantavirus Ini Imbauan Kemenkes

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,utamapost.com | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan imbauan bagi masyarakat, menyusul penemuan kasus penyakit Hantavirus di Indonesia dan di kapal pesiar MV Hondius.

 

Namun, Kemenkes menyatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia seperti yang ditemukan di MV Hondius.

 

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni mengatakan, kasus yang terkonfirmasi di Indonesia adalah tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

 

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar dr. Andi, Senin (11/5/2026), dikutip dari laman resmi Kemenkes.

 

Menurut data Kemenkes, dalam kurun 2024-2026, ditemukan 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

 

 

Kemenkes mengatakan, kasus terkonfirmasi itu ditemukan paling banyak pada 2025 yaitu 17 kasus.

Sedangkan pada 2024 hanya 1 kasus, dan pada 2026 hingga Mei sebanyak 5 kasus.

 

 

Cara Penularan dan Faktor Risiko Penyakit Hantavirus

Kemenkes mengatakan, virus Hanta menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk melalui paparan urine, air liur, dan kotorannya.

 

Faktor risiko utama antara lain:

 

Beraktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi

Beraktivitas di gudang tertutup

Beraktivitas di area banjir

Kegiatan di luar ruang seperti berkemah dan mendaki

Gejala-Gejala Penyakit Hantavirus

Menurut Kemenkes, gejala-gejala yang dialami seseorang bergantung pada manifestasi klinis yang terjadi dengan rincian sebagai berikut:

 

Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Sakit kepala intens

Nyeri pada punggung dan perut

Demam

Menggigil

Mual

Penglihatan kabur

 

( kemenkes)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babinsa Karangsuwung Turun Langsung Lakukan Pendataan Perlinsos, Pastikan Warga Kurang Mampu Tak Terlewat Bantuan
Tujuh Dapur SPPG di Kabupaten Tegal Disuspend, BGN Perketat Pengawasan Pelaporan Dana Harian
Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 07:25 WIB

Babinsa Karangsuwung Turun Langsung Lakukan Pendataan Perlinsos, Pastikan Warga Kurang Mampu Tak Terlewat Bantuan

Minggu, 8 November 2026 - 07:06 WIB

Tujuh Dapur SPPG di Kabupaten Tegal Disuspend, BGN Perketat Pengawasan Pelaporan Dana Harian

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Berita Terbaru