Kabupaten Sijunjung di guyur hujan seharian menyebabkan debit air Sungai Batang Kuantan meningkat drastis. Pada Rabu (13/05/2026), aliran sungai di kawasan Geopark Ranah Minang Silokek terpantau meluap hingga menghanyutkan puluhan ponton dan rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Dalam sebuah rekaman video yang beredar di beberapa platform media terlihat arus sungai yang berwarna cokelat pekat mengalir sangat deras. Sejumlah peralatan tambang, mulai dari rakit kayu, mesin, hingga drum pelampung, nampak hancur dan terbawa aliran arus sungai.
Warga setempat yang berada di pinggir jalan raya hanya bisa menyaksikan dari kejauhan saat rakit-rakit tersebut melintas dan hancur membentur tepian sungai. Kondisi ini menjadi tontonan warga yang melintas di jalur wisata Silokek.
Hingga saat ini, status aliran Sungai Batang Kuantan dilaporkan berada pada level Waspada Terkendali. Meskipun demikian, masyarakat yang beraktivitas di sepanjang bantaran sungai diminta untuk tetap siaga mengantisipasi adanya banjir kiriman yang lebih besar.
Kejadian hanyutnya PETI ini kembali menjadi sorotan publik terkait aktivitas penambangan di kawasan lindung Geopark Silokek. Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat hancurnya peralatan tambang tersebut.










