Izin Pengambilan Material Batu Belah oleh PT NKE di Kawasan Perhutani Disorot Lembaga KMPLH

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK – Surat izin terkait pengambilan material batu belah di kawasan Perum Perhutani blok Talun desa Girimukti Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang disebut-sebut dikeluarkan oleh Asda I untuk PT NKE mendapat sorotan tajam dari Koalisi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (KMPLH).03/06/2026.

 

Perwakilan KMPLH, Deden Hadiatia, menyatakan pihaknya tidak sependapat dengan materi surat yang dikeluarkan oleh Asda I tersebut. Menurutnya, aktivitas pengambilan material batu belah yang dilakukan PT NKE tetap harus memenuhi seluruh ketentuan dan perizinan yang berlaku.

 

Kemudian, akibat pemanfaatan material bebatuan yang diperoleh tersebut sebagai bahan dasar usaha pembangunan konstruksi, makan hasil dari pada kegiatan usaha konstruksi PT. NKE yang akan dijual ke PT. GHL ini terjadi kontrak kerja dan konteksnya bisnis to bisnis. Maka dengan demikian, jelas ini untuk kepentingan proyek konstruksi yang di perjalual belikan. Dan sama sekali tidak berhubungan dengan sosial dan kepentingan umum.

 

“Kami dari Koalisi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup tidak setuju dengan materi dalam surat yang dikeluarkan oleh Asda I. Karena Jika PT. NKE menjual hasil pembangunan konstruksi kepada PT. GHL maka aktivitas tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Karena itu, pengambilan material dari lokasi tersebut harus memenuhi seluruh perizinan yang dipersyaratkan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Deden Haditia.

 

KMPLH menilai pemanfaatan material yang berasal dari kawasan Perhutani tidak dapat dilakukan tanpa adanya kejelasan legalitas dan perizinan dari instansi terkait. Oleh karena itu, pihaknya meminta adanya transparansi serta penjelasan resmi dari pihak-pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

 

Selain itu, KMPLH juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas pengambilan material di kawasan Perhutani guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan hukum dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

 

Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru