Akibat Kritik Keras Koh Uun: Aktivis Asal Tionghoa Diduga Diculik, Dianiaya, Dibawa ke Rumah Ketua DPRD Lebak

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, – Seorang aktivis yang dikenal dengan sapaan Koh Uun dikabarkan menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan setelah sebelumnya menyampaikan kritik keras terhadap ketua DPRD Lebak ( 18/07/2026)

Peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi di wilayah Kabupaten Lebak dan kini menjadi perhatian publik.
Berdasarkan informasi yang beredar, Koh Uun diduga dibawa secara paksa oleh sekelompok orang, mengalami tindakan kekerasan, kemudian dibawa ke sebuah rumah yang disebut sebagai kediaman Ketua DPRD Kabupaten Lebak. Namun hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian tersebut masih menunggu klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan.

Apabila dugaan tersebut benar terjadi, tindakan itu berpotensi melanggar hukum dan mencederai prinsip negara hukum, kebebasan berpendapat, serta perlindungan terhadap hak asasi setiap warga negara. Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tidak memihak.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun dari Ketua DPRD Kabupaten Lebak terkait informasi yang beredar tersebut. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan tindak pidana serius. Berbagai elemen masyarakat meminta agar aparat segera mengungkap fakta yang sebenarnya serta memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak yang terlibat.

Tri/Tim

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat
DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Jumat, 6 November 2026 - 18:58 WIB

Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Berita Terbaru