Lebak – Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial kesejahteraan (bansos kesra) di Desa Cipalabuh diduga tidak menerima haknya secara utuh. Pasalnya, barcode bansos yang menjadi syarat pencairan bantuan tersebut diduga tidak diberikan oleh Oknum perangkat desa berinisial AT.
Berdasarkan keterangan sumber KPM tersebut seharusnya mendapatkan bantuan bansos kesra sebagaimana penerima lainnya. Namun dalam pelaksanaannya, barcode bantuan tidak diserahkan kepada KPM yang bersangkutan.Desa Cipalabuh Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak Provinsi Banten 13/12/2025.
Lebih lanjut, sumber menyebutkan bahwa barcode bansos tersebut diduga berada di dalam tas seorang perempuan bernama Ibu Ati, yang dikaitkan dengan oknum perangkat desa tersebut. Dugaan ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas penyaluran bansos di Desa Cipalabuh.
Dikonfirmasi salah satu KPM bansos BLTS- kesra “An” menyampaikan bahwa dirinya sempat mendapat informasi bahwa ia tercatat sebagai penerima bantuan. Atas informasi tersebut, “An”langsung meminta data detail ke pihak desa untuk memastikan apakah benar namanya terdaftar sebagai penerima bantuan atau tidak.
Namun, menurut keterangan Ibu Ati, “An”disebut tidak menerima bantuan tersebut. Merasa ada kejanggalan, “An”kemudian terus menelusuri informasi yang ada. Hingga akhirnya diketahui bahwa barcode bantuan tersebut justru ditemukan berada di dalam tas Ibu Ani.
“An” mempertanyakan kejelasan data penerima bantuan serta mekanisme penyalurannya, dan meminta pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Bahkan ketua RT/RW dan scurity datang minta maaf tidak akan mengulangi perlakuan seperti itu lagi sudah cape,dan sudah menyerah,”hampura moal dedeuien deui da ges cape nyerah.pungkas Sumber KPM bansos BLTS-kesra desa Cipalabuh.
Dikonfirmasi kepala desa Cipalabuh via tlep WhatsApp dengan nada tinggi,kan itu sudah dijelasin,silahkan tanya sama si cahya’nya,buat apa konfirmasi lagi sama ibu ati kan sudah beres dan sudah dicairkan sama KPM, bukan sama perngkt desa,inti tidak dicairkan sama perngkat desa,anda ini ngeyel amat kata saya juga jangan konfirmasi di WhatsApp,kan anda gak tau saya sibuk atau tidaknya,silahkan tanya tuh sama si cahya’nya,biar lebih jelas lagi.tutup kepala desa Cipalabuh dengan nada tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, Oknum perangkat desa yang disebutkan,”Ati” belum memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat berharap pemerintah desa serta instansi terkait dapat segera melakukan penelusuran agar dikemudian hari ketika ada bansos hak KPM dapat disalurkan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.
“Tri/Rudi”Tim”










