BKPH Bayah Bakal Cek Lahan Perum Perhutani Terkait Dugaan Pengambilan Batu Pecah oleh PT NKE di Cilograng.

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK – Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bayah akan melakukan pengecekan lapangan terkait dugaan aktivitas pengambilan batu pecah yang diduga dilakukan oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) di kawasan lahan milik Perum Perhutani wilayah Cilograng, Kabupaten Lebak.

 

Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bayah akan segera melakukan pengecekan lapangan terkait dugaan pemasangan mesin pemecah batu (stone crusher) dan pengambilan batu belah yang diduga dilakukan oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk di area lahan Perhutani, Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.31/05/2026.

 

Hal tersebut disampaikan Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bayah, Lucyta Sakagiri, pada Sabtu (30/5/2026). Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi serta meminta klarifikasi kepada pihak perusahaan terkait.

 

“Saya selaku Asper baru mengetahui informasi mengenai hal ini. Langkah selanjutnya, saya bersama Resort Pemangkuan Hutan (RPH) beserta jajaran akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” ujar Lucyta melalui pesan WhatsApp.

 

Selain melakukan peninjauan lokasi, Perhutani juga akan mempertanyakan legalitas aktivitas yang diduga berlangsung di kawasan hutan tersebut.

 

“Kami akan mempertanyakan kepada pihak PT NKE terkait adanya dugaan pengambilan batu belah dan pemasangan mesin pemecah batu di kawasan Perhutani tersebut,” tambahnya.

 

Perhutani menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah hasil pengecekan lapangan dan klarifikasi dari pihak terkait diperoleh.

 

Masyarakat berharap proses pengecekan dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan polemik di tengah publik, sekaligus memastikan pemanfaatan kawasan Perhutani tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

 

Dan pabila ditemukan adanya pelanggaran atau penggunaan kawasan hutan tanpa izin yang sah, maka hasil temuan tersebut segera laporkan kepada pihak terkait, untuk ditindaklanjuti sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

 

(Tri)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru