Dede Keluarga Korban Ngaku Akan Bawa Massa Aksi Lebih Banyak Demi Jilid II di Kantor Dinkes dan Kantor Bupati Lebak.

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 00:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK – Koalisi Aktivis Bersatu melawan mendesak agar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak seegera mengusut tuntas dugaan pungutan liar (Pungli) terkait Rekrutmen pengawai di PUSKESMAS KUMPAI hingga puluhan juta rupiah.

Koalisi aktivis bersatu yang tergabung dari masyarakat yang mengatasnamakan GEMPAR dan KOMPAK mendesak agar Bupati menurunkan tim khusus dari Inspektorat Lebak untuk melakukan penelusuran secara terbuka terkait dugaan pungutan liar rekrutmen Pegawai Puskesmas yang dinilai telah mencedrai Instansi pemerintahan di Kabupaten Lebak.

“Ini bukan soal Spele. Maka, kami mendesak agar Plt Kepala Dinas Kesehatan Lebak jangan diam saja dan hanya melakukan pencitraan terkait pelayanan kesehatan. Sementara, kami menyerap aspirasi dari masyarakat banyak sekali keluhan terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas yang sangat Buruk. Bahkan, lebih mirisnya lagi, baru-baru ini kita di hebohkan ada dugaan rekrutmen pegawai Puskesmas yang dimintai uang hingga Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, jelas itu perbuatan melawan hukum,”kata H. Suryadi kordinator Aksi pada awak media.

Lanjut H. Suryadi menegaskan bahwa banyak sekali keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan khususunya di Puskesmas. Apalagi, kata dia, yang ada di Kampung-kampung. Seperti Puskesmas Leuwidamar yang bahkan menggerkan Lebak karena telah terjadi warga meninggal dunia karena diduga akibat susah meminta rujukan.

“Kami hari ini membawa bukti yaitu keluarga korban yang tidak terima terhadap buruknya pelanan di Puskesmas Leuwidamar. Seorang ibu yang mereka cintai harus meninggal dunia di RSUD Adjidarmo karena informasi yang kami terima dari keluarga hanya karena sulitnya diminta rujukan. Padahal saat itu kondisi korban/ almarhum sudah kritis menurut keluarga. Untuk itu, saya minta anda Plt Kepala Dinas mundur dari jabatan sekarang juga dan kami akan mendesak bupati untuk mengevaluasi secara menyeluruh. Selain itu, kami juga minta seluruh pegawai Puskesmas Leuwidamar untuk di evaluasi dan saya desak agar bertanggung jawab atas kejadian meninggalnya warga itu,”tegas H. Suryadi.

H. Suryadi mengaku dengan Koalisi Aktivis Bersatu Melawan tidak akan tinggal diam. Bahkan, jika aspirasi ini tidak ditindaklanjuti dan pihak Puskesmas maupun pihak Dinkes Lebak tidak bertanggung jawab, maka kami akan bergerak ke Provinsi Banten bahkan ke Pusat.

“Kami akan terus bergerak dan melakukan gerakan sebelum Pihak Puskesmas bertanggung jawab dan Bupati serta dinkes mencopot Kepala Puskesmas Leuwidamar serta mengevaluasinya. Ini demi perubahan pelayanan kesehatan kedepan yang lebih baik untuk masyarakat khususnya di Puskesmas Leuwidamar,”tandasnya.

Sementara itu, Dede salah anak laki-laki dari keluarga Alm. Ibu RIYAH warga Kampung Cimaung, Desa Cibungur, Kecamatan Luwidamar, Kabupaten Lebak, Banten mengaku kecewa terhadap pelayanan di Puskesmas Leuwidamar yang mengaku di persulit hanya untuk meminta rujukan saja.

“Kami sekeluarga paham dan sadar bahwa takdir ada ditangan Allah. Tapi, apakah kita hidup di dunia tidak bersyariat. Artinya, jika saja pelayanan di Puskesmas saat itu cepat dan kami langsung diberikan Rujukan dan tidak di persulit mungkin Ibu saya masih bisa tertolong. Maka saya tegaskan, hingga titik darah penghabisan, saya akan berjuang meminta keadilan dan pertanggung jawaban. Kemanapun saya akan bergerak untuk meminta keadilan bahkan bila perlu saya akan datangi Istana Presiden,”tegas Dede sambil mengeluarkan air mata untuk alm. Ibunda tercintanya, saya akan berjuang kang. Tambah dede kepada awak media.

Aksi yang di gelar antara Koalisi Aktivis bersama Masyarakat yang di klaim alm. Ibunya menjadi korban kelalaian pihak Puskesmas Leuwidamar, akan menggelar aksi susulan dengan masa lebih banyak.

“Kami akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak. Saya tegaskan, kami keluarga tidak terima alm. Ibu saya hingga meninggal dunia karena kurang cepat dan tanggapnya pelayanan di Puskesmas. Kita di dunia bicara Syareat dulu sebelum takdir menjemput. Artinya, jangan alibi bahwa manusia meninggal karena takdirnya, tapi pasti semua ada sebab musababnya. Setidaknya kalau waktu itu ikhtiar kami untuk menyelamatkan Alm. Ibu saya dan jika rujukan waktu itu di permudah mungkin ibu saya masih bisa diselematkan,”kata Dede.

“Saya bersama keluarga, sebelum ada pertanggung jawaban dan Kepala Puskesmas Leuwidamar di copot dan pegawai atau perawatnya di evaluasi di ganti, kami tidak akan pernah diam dan akan terus bergerak bahkan sampai ke Pusat,”tambah Dede.”Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat
DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Jumat, 6 November 2026 - 18:58 WIB

Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Berita Terbaru