Disebut Sebagai Media Pesanan, Pimred UngkapPublik.id Berencana Polisikan Oknum Wartawan yang Dilaporkan Berperilaku Mirip Preman

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK, – Berawal dari pemberitaan yang dilansir Ungkap Publik.id dengan judul “Nggak Nyambung Nih, Ngaku Wartawan Tapi Perilaku Mirip Preman!” pada edisi 5 Februari 2026, oknum wartawan berinisial Z merasa tidak terima dan menyebutkan media Ungkap Publik sebagai “media pesanan”.

 

Z merupakan oknum wartawan dari salah satu media online lokal yang terbit di Kabupaten Lebak. Z melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap tim Media Ungkap Publik dengan nada kasar serta tidak sesuai dengan etika profesi, dikarenakan dirinya merasa geram dengan pemberitaan tersebut.

 

“Tah cepat bantah-bantah lagi pakai media disitu, buruan bikin pembenaran gimana segera tulis lagi tah, cepat tulis lagi di media pesananan hahahahaha,” ujar Z sambil tertawa terbahak, kemarin.

 

Ketika ditanya mengenai pihak yang memesan dan membayar jasa pemberitaan seperti yang ia tuduhkan, Z malah memberikan tanggapan balik.

 

“Atuh puguh merasa ngak media pesananan ketika ada yang bayar, tanya pada diri sendiri saja,” ucap oknum wartawan tersebut.

 

Atas kasus penghinaan dan pelecehan yang terjadi, Pimpinan Redaksi (Pimred) Ungkap Publik.id, Gunawan akan melakukan koordinasi dengan penasehat hukum media untuk mengambil langkah hukum yang sesuai.

 

“Ya, saya berencana membawa kasus ini ke ranah hukum setelah melakukan komunikasi dan mendapatkan hasil evaluasi bersama penasehat hukum kantor redaksi,” pungkas Gunawan. (Tri)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru