Inisiasi Ekonomi Sirkular, Anggota DPR RI Karmila Sari Gelar Bimtek Pengolahan Sampah Menjadi Maggot di Rokan Hilir

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAGANSIAPIAPI,utamapost.com | ROKAN HILIR (10 April 2026) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M., menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan sampah organik menjadi Maggot Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan yang berlangsung di Bagansiapiapi, Rokan Hilir ini merupakan kolaborasi strategis bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I ini menyatakan bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk memberikan solusi nyata atas dua permasalahan utama di masyarakat: pengelolaan sampah dan peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga.

“Kami melihat potensi besar di Rokan Hilir, di mana terdapat setidaknya 56 titik dapur produktif yang menghasilkan limbah organik berupa sisa nasi dan sayuran. Limbah ini jika dikelola dengan teknologi maggot tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan,” ujar Karmila Sari, yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi X dan Badan Legislatif (Baleg) DPR RI.

 

Hadirkan Tenaga Ahli BRIN

Dalam bimtek ini, Karmila Sari menghadirkan narasumber ahli dari BRIN yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam pengembangan maggot secara nasional. Peserta yang hadir mencakup pengurus IWAPI, organisasi wanita, pelaku usaha UMKM (toko roti), hingga pelajar SMA sebagai perwakilan generasi muda yang antusias terhadap isu lingkungan.

Karmila menjelaskan bahwa budidaya maggot merupakan teknologi tepat guna yang sangat sederhana dan dapat dilakukan di skala rumah tangga dalam waktu singkat, yakni hanya sekitar 20 hari.

Target Ekonomi: Penurunan Biaya Pakan dan Nilai Jual Tinggi

Secara ekonomi, hasil dari budidaya maggot memiliki nilai pasar yang stabil. Pelet maggot dapat dijual dengan harga Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram, sementara sisa pengolahannya yang menjadi kompos bernilai Rp1.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Bagi masyarakat yang memiliki budidaya perikanan, maggot menjadi solusi untuk menekan biaya produksi secara signifikan. “Penggunaan maggot sebagai pakan alternatif dapat menggantikan hingga 70 persen kebutuhan pelet ikan lele dan 50 persen untuk ikan nila. Ini adalah langkah konkret untuk reduce cost bagi para peternak lokal kita,” tambah Karmila.

 

Peran Wanita Sebagai Eksekutor Lingkungan,Melalui forum IWAPI, Karmila berharap para peserta dapat menjadi ‘duta’ yang menyebarluaskan wawasan ini ke lingkungan bertetangga. Ia menekankan pentingnya peran ibu rumah tangga bukan hanya sebagai pengamat, melainkan sebagai eksekutor yang mampu mengubah sampah menjadi profit.

“Target kami ada dua: sampah di wilayah kita jauh berkurang dan pendapatan ekonomi masyarakat meningkat. Forum ini adalah pemantik agar lingkungan keluarga lebih memperhatikan kelestarian lingkungan sekaligus meraih keuntungan ekonomi,” pungkasnya.(ibr)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat
DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Jumat, 6 November 2026 - 18:58 WIB

Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Berita Terbaru