Isu Pungli Bansos di Desa Hariang Menggelinding, Warga Tiba‑Tiba Bantah Ucapannya Sendiri.

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK, 22 MEI 2026 – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp20.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Sukamanah, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, kini memunculkan teka‑teki baru yang makin mengundang tanya publik.

Pasalnya, hanya berselang satu hari setelah isu tersebut diberitakan, seorang warga berinisial A yang sebelumnya menjadi sumber utama dan aktif menyuarakan adanya kejanggalan, tiba‑tiba berbalik arah. Ia justru menghubungi awak media dan menepis keterangan sebelumnya, bahkan menyebut informasi yang disampaikannya dahulu sebagai kabar bohong atau hoaks.

Padahal sebelumnya, melalui kolom komentar di akun TikTok media, inisial A dengan tegas menyatakan: “Saya sendiri warga Kampung Sukamanah, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak. Pun ada pungutannya dari pihak Pak RT sebesar Rp20.000 per orang,” tulisnya kala itu.

Namun, pada Jumat (22/5/2026) malam, keterangannya berubah 180 derajat. Ia memberikan pernyataan kontradiktif yang justru membenarkan adanya pemungutan biaya tersebut.

“Saya warga Kampung Sukamanah, dan kebetulan sedang tinggal di kampung istri saya di Sukajaya. Saya ingin mengklarifikasi terkait berita itu, katanya hoaks ya, Pak. Memang benar ada pungutan biaya Rp20.000, tapi itu wajar untuk biaya pengangkutan dari kantor desa ke Kampung Sukamanah. Itu juga resmi hasil musyawarah antara masyarakat dan pihak desa,” ujarnya dalam keterangan terbaru.

Perubahan sikap yang mendadak dan sangat kontradiktif ini sontak memicu kecurigaan luas di kalangan masyarakat. Sebab, sebelumnya ia secara gamblang menuding adanya pemungutan yang tidak wajar terhadap bansos pangan, namun kini pernyataannya berubah total hingga membingungkan banyak pihak.

“Awalnya dia berikan informasi yang sangat jelas dan mengarah ke pungli, kok tiba‑tiba hubungi media bilang semuanya tidak benar. Ada apa sebenarnya di balik ini?” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, dengan nada curiga.

Situasi ini makin menguatkan dugaan adanya tekanan, intervensi, atau rekayasa pihak tertentu agar persoalan ini tidak terus menggelinding ke permukaan. Padahal, isu penyaluran bansos adalah ranah sensitif yang menyangkut hak hidup rakyat kecil serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Dua kemungkinan besar pun muncul di permukaan: Jika benar ia sengaja memberikan informasi palsu di awal, hal itu sangat merugikan dan menyesatkan opini publik. Namun, jika perubahan pernyataan itu terjadi karena adanya tekanan atau ancaman, maka ini menjadi persoalan pidana serius yang wajib ditindak tegas.

Menanggapi hal ini, awak media mendesak pemerintah desa maupun aparat berwenang untuk segera turun tangan memberikan klarifikasi terbuka dan transparan. Jangan sampai persoalan ini menjadi bola liar yang merugikan kepercayaan publik.

Masyarakat pun menuntut kepastian hukum dan kejujuran dalam penyaluran bansos. Bantuan dari pemerintah harusnya diterima utuh oleh yang berhak, tanpa potongan, bebas pungutan, dan jauh dari praktik yang memberatkan warga.

Tri

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru