LEBAK – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dikelola BUMDes Desa Cikadu menjadi sorotan setelah muncul perbedaan keterangan antara Ketua BUMDes dan Pendamping Desa saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan program Ketapang yang dikelola oleh bumdes desa Cikadu kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten 03/06/2026.
Pendamping Desa menjelaskan bahwa program Ketapang di Desa Cikadu berupa pengadaan kandang ayam. Sementara untuk pengisian ternak ayam dilakukan melalui kerja sama dengan sebuah perusahaan yang berada di Sukabumi. Namun, berdasarkan hasil konfirmasi, pihak perusahaan menyebut masih terdapat kekurangan sarana berupa alat blower yang harus disediakan oleh BUMDes dan saat ini masih dalam proses pengadaan.
Selain itu, Pendamping Desa juga menyampaikan bahwa program tersebut baru saja diperiksa oleh Inspektorat dan diminta untuk segera ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan.
Di sisi lain, Ketua BUMDes Desa Cikadu memberikan keterangan berbeda. Ia mengaku tidak dapat menghadiri panggilan dari Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan, sehingga informasi lebih lengkap disebut berada pada Ketua BUMDes.
Menurut keterangan yang disampaikan, total pembiayaan program Ketapang mencapai Rp163.561.000 dengan biaya penyusunan RAB sebesar Rp4.000.000. Saat ini, program disebut masih berada dalam tahap pemeliharaan ternak ayam sebanyak 500 ekor yang dikelola langsung oleh BUMDes sesuai dengan RAB yang telah disusun.
Ketua BUMDes juga menjelaskan bahwa program Ketapang tersebut dibangun pada akhir tahun 2025 dan kontribusi maupun hasil pelaksanaannya baru akan terlihat dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) akhir tahun 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.
Perbedaan informasi yang disampaikan kedua pihak tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait kondisi aktual pelaksanaan program Ketapang, termasuk kesiapan sarana pendukung, mekanisme kerja sama dengan pihak perusahaan, serta kesesuaian realisasi kegiatan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Masyarakat berharap adanya keterbukaan informasi agar pelaksanaan program yang bersumber dari dana desa dapat berjalan transparan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Cikadu.
“Tri”










