Jelang Musim Panen Tembakau, Pembina IKMM: P4TM Masih Jadi Harapan Besar Petani Madura

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menjelang musim panen tembakau tahun ini, harapan petani di Pulau Madura kembali tertuju pada harga jual yang layak. Bagi masyarakat Madura, tembakau masih menjadi salah satu sumber penghasilan utama yang menopang perekonomian keluarga.

Pembina Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura (IKMM) Jakarta, Mohammad Hafidz Kudsi, mengatakan kualitas tembakau Madura tahun ini diperkirakan cukup baik. Karena itu, petani berharap hasil panennya dapat dihargai sesuai kualitas yang mereka hasilkan.

“Petani sudah mengeluarkan modal, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit sejak awal masa tanam. Sudah seharusnya hasil panen mereka dihargai secara layak,” ujar Hafidz dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Namun, menurut Hafidz, persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani bukan hanya soal cuaca atau hasil panen, melainkan kepastian harga. Ia menilai posisi tawar petani masih lemah sehingga tidak jarang mereka harus menerima harga yang ditetapkan oleh para pengusaha besar.

“Selama bertahun-tahun banyak petani hanya bisa pasrah dengan harga yang ditentukan pembeli. Akibatnya, keuntungan yang diterima petani sering kali tidak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan,” katanya.

Karena itu, Hafidz menilai kehadiran Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM) menjadi angin segar bagi petani tembakau di Madura. Menurutnya, sejak berdiri pada 2022, P4TM telah memberikan alternatif bagi petani dalam memasarkan hasil panennya.

Ia mengatakan, di bawah kepemimpinan H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, P4TM mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan yang selama ini dihadapi petani. Melalui pola pembelian langsung dari petani, P4TM dinilai telah memutus ketergantungan petani kepada pengusaha-pengusaha besar yang selama ini mendominasi perdagangan tembakau.

“Haji Her melalui P4TM menunjukkan keberpihakan kepada petani. Selama ini banyak petani kesulitan mendapatkan harga yang adil karena bergantung kepada pengusaha-pengusaha besar. Kehadiran P4TM memberi pilihan baru sehingga posisi tawar petani menjadi lebih kuat,” tegas Hafidz.

Menurut Hafidz, langkah tersebut bukan hanya membantu petani menjual hasil panennya, tetapi juga memberikan rasa optimistis bahwa tembakau Madura memiliki nilai jual yang layak apabila dikelola dengan tata niaga yang adil dan transparan.

“Karena itu kami berharap P4TM terus konsisten mengawal kepentingan petani. Organisasi ini telah menjadi harapan besar bagi masyarakat Madura, khususnya para petani tembakau yang selama ini menginginkan sistem perdagangan yang lebih berkeadilan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arief Nasrudin Bawa PAM JAYA Raih Predikat ‘Sangat Baik’, Bukti Pembenahan Bukan Janji Manis
Sri Patokah Datangi Mabes Polri, Minta Gelar Perkara Khusus: Perkara Hampir 5 Tahun Masih Berstatus Lidik.
Dari Presiden Mahasiswa IAIN Imam Bonjol hingga Pimpin Ombudsman RI, Perjalanan Nuzran Joher
KADIN Sumbar Perkuat Diplomasi Ekonomi, Potensi Sumbar Dipaparkan ke 23 Dubes IORA
Dirgahayu Indonesia ke-81, Ketum dan Sekjen FRIC Ajak Satukan Langkah Jaga dan Bangun Negeri
Dhifla Wiyani Disetujui Komisi III DPR RI Jadi Hakim Agung Kamar Pidana
Dewan Pers Kecam Penghinaan dan Intimidasi terhadap Wartawan, Ingatkan Ancaman Pidana UU Pers
Polres Pamekasan Perkuat Sinergi dengan Mahasiswa Madura di Jakarta Lewat Silaturahmi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Arief Nasrudin Bawa PAM JAYA Raih Predikat ‘Sangat Baik’, Bukti Pembenahan Bukan Janji Manis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Sri Patokah Datangi Mabes Polri, Minta Gelar Perkara Khusus: Perkara Hampir 5 Tahun Masih Berstatus Lidik.

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Dari Presiden Mahasiswa IAIN Imam Bonjol hingga Pimpin Ombudsman RI, Perjalanan Nuzran Joher

Jumat, 11 September 2026 - 16:12 WIB

KADIN Sumbar Perkuat Diplomasi Ekonomi, Potensi Sumbar Dipaparkan ke 23 Dubes IORA

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Dirgahayu Indonesia ke-81, Ketum dan Sekjen FRIC Ajak Satukan Langkah Jaga dan Bangun Negeri

Berita Terbaru