Saok Laweh, Kabupaten Solok —utamapost.com | Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Solok, Elafki, S.Pd, M.M melakukan kunjungan mendadak ke SD Negeri 01 Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Senin ( 27/10/2025 ). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan sekolah dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Anak (TKA) serta mengevaluasi beberapa aspek penyelenggaraan pendidikan.
Kunjungan tersebut juga merupakan salah satu permintaan anggota DPRD Kabupaten Solok fraksi Golongan Karya Dapil kecamatan Kubung Mukhlis Dt. Gampo. Kadis disambut hangat oleh Kepala Sekolah SDN 01 Saok Laweh, Ali Candra,S.Pd, MPd. beserta para guru dan tenaga pendidik. Dalam kesempatan itu, Kadisdikpora menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan seperti ini akan terus dilakukan secara acak dan tanpa jadwal pasti.
“Ada lebih dari 800 sekolah yang akan saya kunjungi secara acak. Saya tidak ingin jadwalkan kunjungan ini, agar bisa melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Elafki.
Terkait dengan program pemberian makanan bergizi gratis ( MBG ), Elafki menjelaskan bahwa Kabupaten Solok memiliki risiko keracunan yang sangat minim karena daerah ini merupakan penghasil bahan pangan seperti sayur segar dan beras, cuma mungkin ada beberapa catatan kecil yang harus diperbaiki.
“Kesalahan terbesar selama ini adalah pemilihan penyedia yang hanya mempertimbangkan lokasi besar dan mudah dijangkau. Ke depan, kami akan melakukan pengendalian agar penyaluran program oleh SPPG bisa lebih cepat dan merata sesuai arahan Bapak Bupati Jon Firman Pandu” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan mengontrol pemerataan distribusi makanan bergizi gratis agar tidak hanya berfokus di sekolah-sekolah besar.
“Kita tidak ingin sekolah dengan jumlah murid sedikit atau lokasi jauh terabaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 01 Saok Laweh, Ali Candra, memaparkan sejumlah kendala fasilitas yang masih dihadapi sekolah. Beberapa ruang kelas yang diajukan melalui Dapodik masih berstatus “oranye” dan belum terealisasi.
“Kondisi lahan sekolah sudah tidak memungkinkan untuk bangunan horizontal. Solusinya hanya bisa bangunan bertingkat, tapi perlu penggalian dan perkuatan pondasi agar kokoh,” jelasnya.
Pihaknya berharap penambahan dua ruang kelas baru dapat segera terealisasi agar proses belajar mengajar lebih optimal.
Selain serap aspirasi kepala sekolah , Elafki juga menegaskan akan mendorong Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat penerbitan sertifikat bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki legalitas lahan.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisdikpora juga menerima cendramata batik Ecoprint hasil karya siswa SD N 01 Saok Laweh. Ia juga menekankan pentingnya penerapan pembelajaran inklusif di seluruh sekolah di Kabupaten Solok.
“Secara kedinasan, tidak boleh lagi ada sekolah yang dianggap unggul dan Khusus. Alam yang akan menyeleksi mana sekolah unggul, tergantung kualitas guru dan metode pengajarannya,” pungkas Elafki.










