Kemarau Bukan Musibah, Rencek Hutan Jati Jadi Napas Ekonomi Warga Cibunar Tegal

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal //utamapost.com – Bagi sebagian masyarakat, musim kemarau identik dengan tanah yang mengering, sawah kehilangan sumber air, serta ancaman menurunnya hasil pertanian. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Di tengah hamparan hutan jati yang mengelilingi desa, musim kemarau justru menjadi momentum bagi sebagian warga untuk mengais rezeki.

Ranting-ranting kering atau yang biasa disebut rencek dikumpulkan dari kawasan hutan dan dimanfaatkan sebagai kayu bakar yang kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejak pagi sebelum matahari meninggi, para pencari rencek mulai menyusuri kawasan hutan. Dengan membawa karung dan peralatan sederhana, mereka mengumpulkan ranting-ranting kering yang berserakan, kemudian mengikatnya menjadi beberapa bagian untuk dibawa pulang.

Sebagian rencek tersebut kemudian ditumpuk dan diangkut menggunakan sepeda motor untuk dijual. Meski terlihat sederhana, aktivitas tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi sejumlah keluarga di Desa Cibunar.

Desa Cibunar sendiri merupakan wilayah yang dikelilingi kawasan hutan jati. Kondisi geografis tersebut membuat kehidupan masyarakat setempat tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian maupun berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kawasan hutan.

Selain mengumpulkan rencek, sebagian warga memanfaatkan lahan melalui sistem tumpangsari dengan menanam tanaman palawija. Ada pula masyarakat yang bekerja sebagai buruh bongkar muat kayu Perhutani hingga menjalankan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Kepala Desa Cibunar, Junedi, mengatakan kehidupan masyarakat di wilayahnya selama ini berjalan harmonis. Menurutnya, warga memanfaatkan berbagai potensi yang ada secara bijak untuk menopang perekonomian keluarga.

“Desa kami aman, tenteram, dan damai. Banyak warga memanfaatkan hutan melalui tumpangsari maupun mengumpulkan rencek untuk dijual sebagai kayu bakar. Ada juga yang bekerja membantu kegiatan Perhutani,” ujarnya.

Menurut Junedi, pilihan mata pencaharian masyarakat Cibunar cukup beragam. Sebagian warga memilih meninggalkan desa untuk mencari penghidupan di kota-kota besar.

Ada pula yang bekerja sebagai pelaut di perairan luar negeri maupun menekuni usaha perdagangan.

Sementara bagi masyarakat yang tetap tinggal di desa, keberadaan kawasan hutan menjadi salah satu bagian penting dalam menopang kehidupan ekonomi mereka.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kemarau tidak selalu berarti kesulitan. Di tengah kondisi alam yang kering, masyarakat Cibunar mampu membaca peluang dan mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi sumber penghasilan.

Ranting-ranting kering yang berserakan di bawah tegakan jati, bagi sebagian orang mungkin hanya terlihat sebagai bagian dari musim kemarau. Namun bagi warga Cibunar, rencek adalah bagian dari ikhtiar—sederhana, tetapi berarti—untuk menjaga dapur keluarga tetap mengepul.

Di balik kepulan asap dapur dan deru sepeda motor pengangkut rencek, tersimpan potret ketangguhan masyarakat desa yang terus bertahan dengan memanfaatkan potensi alam secara bijak, sembari menjaga harmoni kehidupan di tengah kawasan hutan jati.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru