Kepala Sekolah SMA2 Muncang Tidak Transparan Dalam Mengelola Dana Bos Tahum APH di Minta Tindak Lanjut

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, (19/01/2025)

Ketidak transparanan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sering kali ditandai dengan tidak adanya papan informasi publik, laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang tertutup,

 

minimnya keterlibatan guru/komite sekolah, yang memicu dugaan mark-up atau penyalahgunaan. Pelanggaran ini bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, yang diwajibkan untuk memaksimalkan operasional sekolah.

 

Indikasi dan Dampak Ketidaktransparanan Dana BOS, Minimnya Keterbukaan: Sekolah tidak memasang papan informasi penggunaan dana BOS, padahal wajib diumumkan agar diketahui masyarakat

 

Dugaan Penyelewengan, Sering ditemukan indikasi mark-up harga, pemalsuan dokumen SPJ, atau dana yang hanya diketahui kepala sekolah dan bendahara, sementara guru lainnya tidak dilibatkan.

 

Potensi Tindak Pidana: Pengelolaan yang tertutup berpotensi korupsi, yang merugikan keuangan negara dan tidak sesuai dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan.

 

Kurangnya Pengawasan: Respons lemah dari pihak terkait sering menyebabkan dugaan ketidaketisan dan penyalahgunaan dana BOS berlanjut.

 

Masyarakat dan pihak internal sekolah dapat melaporkan temuan tersebut ke Dinas Pendidikan setempat atau Inspektorat Daerah untuk diaudit. Peningkatan koordinasi dan pengawasan dari lembaga terkait juga diperlukan untuk memastikan dana BOS digunakan sesuai aturan.

 

Sampai Berita ini diterbitkan pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi guna hak jawab agar pemberitaan sela jutnya berimbang, pada saat di konfirmasi Via whatsApp dugaan kuat nomer handpon nom aktif

 

Tri/tim

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru