LEBAK, BANTEN – Festival Murak Kadu 2026 yang digagas Lebak Kreasi mendapat apresiasi dari Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, Ade Surnaga yang akrab disapa King Naga. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi budaya lokal, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.
Festival Murak Kadu 2026 yang berlangsung di Alun-alun Rangkasbitung sejak Sabtu, 26 September hingga Minggu, 4 Oktober 2026, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-198.
Menurut King Naga, kehadiran kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan produk pertanian lokal patut diapresiasi karena dapat menciptakan ruang promosi sekaligus memperluas peluang pasar bagi masyarakat.
«“Ini patut diapresiasi. Karena event semacam ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan petani lokal,” ujar King Naga, Jumat (2/10/2026).»
Ia menilai gagasan yang dilakukan Lebak Kreasi menunjukkan bahwa kegiatan sosial dan kemasyarakatan dapat dikembangkan menjadi bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi di daerah.
King Naga berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi organisasi maupun kelompok masyarakat lainnya untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
«“Saya sangat salut dengan teman-teman di Lebak Kreasi yang memiliki kepedulian terhadap pelaku UMKM. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan dan menjadi motivasi bagi elemen masyarakat lainnya,” katanya.»
Selain berdampak terhadap UMKM, King Naga juga menilai kegiatan berskala besar yang melibatkan berbagai pihak dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Lebak kepada masyarakat luas, termasuk potensi produk pertanian dan ekonomi kreatif daerah.
Ia turut mengapresiasi keterlibatan para sponsor serta dukungan pemerintah daerah yang memberikan ruang bagi Lebak Kreasi untuk mengimplementasikan gagasan dan kreativitasnya dalam kegiatan tersebut.
«“Teman-teman Lebak Kreasi sangat luar biasa. Walaupun kegiatan ini disebut tidak menggunakan dukungan anggaran dari Pemkab, mereka tetap mampu menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak pihak dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berusaha,” ungkapnya.»
King Naga berharap Festival Murak Kadu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat promosi produk lokal dan membangun jejaring antara UMKM, petani, pelaku usaha, komunitas, serta pemerintah daerah.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin luas dan benar-benar dirasakan masyarakat Lebak,” pungkas King Naga.
Tri










