King Naga Geram! Dugaan Penahanan Pasien di RS Kartini Tuai Sorotan, Desak Pemkab Lebak Segera Bertindak

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, 11 Juli 2026 – Dugaan penahanan seorang pasien oleh RS Kartini karena belum mampu melunasi biaya atau denda pelayanan menuai sorotan dari berbagai pihak. Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, mengecam keras apabila dugaan tersebut terbukti benar terjadi.

 

Menurut King Naga, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kepada pasien yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Ia menilai persoalan administrasi maupun biaya tidak semestinya menjadi alasan hingga pasien diduga tidak diperbolehkan pulang.

 

“Kalau dugaan ini benar, saya sangat mengecam keras. Rumah sakit harus mengutamakan nilai kemanusiaan, bukan justru membebani masyarakat yang sedang sakit dengan tindakan yang dinilai tidak manusiawi,” tegas King Naga.

 

King Naga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi terhadap dugaan tersebut. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui tindakan nyata apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap hak-hak pasien.

 

“Jangan hanya pandai berbicara bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Buktikan dengan tindakan nyata. Jika memang ada pelanggaran terhadap hak pasien, maka harus ada evaluasi dan tindakan tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

 

Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan meminta seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, untuk selalu mengedepankan pelayanan yang profesional, humanis, serta menghormati hak-hak pasien.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Kartini belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi manajemen rumah sakit guna memperoleh klarifikasi dan hak jawab agar pemberitaan tetap berimbang serta sesuai dengan prinsip jurnalistik dan asas praduga tak bersalah.

 

Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru