Klaim Pendapatan Ojol Naik 2–3 Kali Lipat, Realitas di Kota Cirebon Justru Berbeda

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon //utamapost.com — Klaim mengenai peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) kembali menjadi sorotan.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut adanya upaya menciptakan pembagian hasil yang lebih adil, bahkan berpotensi meningkatkan pendapatan pengemudi hingga dua sampai tiga kali lipat, sempat membawa harapan baru bagi para pahlawan aspal.

Namun, optimisme tersebut belum sepenuhnya dirasakan para pengemudi ojol di lapangan.

Di Kota Cirebon, realitas yang dihadapi sebagian pengemudi justru masih jauh dari gambaran peningkatan pendapatan secara signifikan.

Arief, salah seorang pengemudi ojol yang sehari-hari beroperasi di kawasan Panjunan, Kota Cirebon, mengaku kondisi di lapangan masih cukup berat.

Menurutnya, pendapatan yang diperoleh setiap hari belum menunjukkan peningkatan sebagaimana yang diharapkan.

Setelah dikurangi berbagai biaya operasional, seperti bahan bakar, makan, serta kebutuhan perawatan kendaraan, uang yang dibawa pulang kerap kali sangat terbatas.

“Kalau dibilang pendapatan naik dua atau tiga kali lipat, saya belum merasakan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih harus berjuang,” ujar Arief.

Ia menuturkan, jumlah pesanan yang tidak selalu stabil menjadi salah satu tantangan. Pengemudi juga harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan untuk mendapatkan order yang cukup, sementara biaya operasional terus berjalan.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya jarak antara kebijakan atau klaim peningkatan kesejahteraan dengan pengalaman sebagian pengemudi di tingkat lapangan.

Bagi Arief dan para pengemudi ojol lainnya, yang dibutuhkan bukan sekadar angka peningkatan pendapatan di atas kertas, melainkan perubahan nyata yang benar-benar terasa dalam penghasilan bersih setelah seluruh biaya operasional diperhitungkan.

Para pengemudi berharap kebijakan terkait ekosistem transportasi daring dapat terus dikawal, sehingga pembagian hasil antara aplikator dan pengemudi semakin adil dan mampu memberikan kepastian penghasilan bagi mereka yang setiap hari mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan keselamatan di jalan raya.

Ojol bukan sekadar profesi. Di balik kemudi, terdapat perjuangan untuk menghidupi keluarga. Karena itu, peningkatan kesejahteraan seharusnya tidak berhenti pada kebijakan dan pernyataan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan para pengemudi di lapangan.

Catatan: Kesaksian Arief merupakan pengalaman pribadi seorang pengemudi ojol dan tidak serta-merta mewakili seluruh pengemudi ojol di Kota Cirebon.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru