Mahasiswa UBK yang Bertemu Gibran Diduga Terima Rp 20 Juta Prof Yusril Tapi Kita Hargai Mereka Jujur

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Rizki Ahmad Rifandi

Jakarta, Pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang Rp 20 juta seusai demo dan bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjadi sorotan tajam bagi sejumlah pihak

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendera juga turut mengomentari pengakuan tersebut.

Ditemui Jakarta pada Selasa (23/6/26), Yusril mengaku sangat prihatin karena dulu juga pernah menjadi aktivis mahasiswa.

Namun, di sisi lain, ia mengapresiasi mahasiswa UBK karena berkata jujur telah menerima uang.

“Ya, sebagai mantan aktivis mahasiswa saya sangat prihatin dengan kejadian itu. Tapi ya kita menghargai juga mereka berterus terang mengakui kesalahan dan kemudian meminta maaf, supaya hal-hal semacam itu tidak terjadi,” Cetus Yusril Selasa (23/6/26).

Yusril mendukung aksi demo mahasiswa sebagai gerakan moral dan kebebasan berekspresi.

Namun, ia berpesan mahasiswa harusnya menjaga integritas dan melakukan perjuangan secara murni.

“Jangan mudah kita terpengaruh oleh hal-hal yang seperti itu,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang Rp 20 juta seusai demo dan bertemu Gibran, Senin (15/6/26).

Uang tersebut diduga berkaitan dengan rencana pemindahan titik aksi mahasiswa UBK di Istana Presiden, Jakarta Pusat.

Pengakuan tersebut baru disampaikan dalam forum klarifikasi yang digelar mahasiswa pada Senin (22/6/2026) malam.

Hal ini memicu kekecewaan mahasiswa yang mempertanyakan integritas pengurus organisasi kemahasiswaan.

Terbaru, pihak kampus menyampaikan bahwa Abdi menerima Rp 20 juta dari oknum senior Fakultas Hukum UBK yang bersumber dari oknum polisi.

Mahasiswa diminta untuk tidak demo di istana dan mengalihkannya ke gedung DPR.

Artinya, uang terseut diterima sebelum mahasiswa melakukan demo.

Namun, pada kenyataannya mereka tetap menggelar aksi di depan istana.

Adapun saat ini, UBK telah mencabut status Ketua BEM FH Abdi.

 

Penulis : Rizki Ahmad Rifandi

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arief Nasrudin Bawa PAM JAYA Raih Predikat ‘Sangat Baik’, Bukti Pembenahan Bukan Janji Manis
Sri Patokah Datangi Mabes Polri, Minta Gelar Perkara Khusus: Perkara Hampir 5 Tahun Masih Berstatus Lidik.
Dari Presiden Mahasiswa IAIN Imam Bonjol hingga Pimpin Ombudsman RI, Perjalanan Nuzran Joher
KADIN Sumbar Perkuat Diplomasi Ekonomi, Potensi Sumbar Dipaparkan ke 23 Dubes IORA
Dirgahayu Indonesia ke-81, Ketum dan Sekjen FRIC Ajak Satukan Langkah Jaga dan Bangun Negeri
Dhifla Wiyani Disetujui Komisi III DPR RI Jadi Hakim Agung Kamar Pidana
Dewan Pers Kecam Penghinaan dan Intimidasi terhadap Wartawan, Ingatkan Ancaman Pidana UU Pers
Polres Pamekasan Perkuat Sinergi dengan Mahasiswa Madura di Jakarta Lewat Silaturahmi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Arief Nasrudin Bawa PAM JAYA Raih Predikat ‘Sangat Baik’, Bukti Pembenahan Bukan Janji Manis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Sri Patokah Datangi Mabes Polri, Minta Gelar Perkara Khusus: Perkara Hampir 5 Tahun Masih Berstatus Lidik.

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Dari Presiden Mahasiswa IAIN Imam Bonjol hingga Pimpin Ombudsman RI, Perjalanan Nuzran Joher

Jumat, 11 September 2026 - 16:12 WIB

KADIN Sumbar Perkuat Diplomasi Ekonomi, Potensi Sumbar Dipaparkan ke 23 Dubes IORA

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Dirgahayu Indonesia ke-81, Ketum dan Sekjen FRIC Ajak Satukan Langkah Jaga dan Bangun Negeri

Berita Terbaru