Maraknya Tambang Batubara di Kawasan Perum Perhutani Diduga Akibat Lemahnya Pengawasan dari pihak perhutani dan KLHK.

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Banten — Aktivitas tambang batubara di kawasan Perum Perhutani, khususnya di wilayah Cibobos, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, semakin marak dan diduga berjalan tanpa izin resmi. Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta tindakan tegas dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) maupun aparat penegak hukum (APH).

Selain aktivitas tambang, ojek pengangkut batubara yang beroperasi di kawasan tersebut juga diduga tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan maupun izin angkut. Aktivitas ini berlangsung bebas tanpa adanya penertiban berarti dari pihak berwenang.

Aktvis Meminta pihak KLHK dan APH segera melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas tambang batubara ilegal yang diduga telah merusak kawasan hutan milik Perum Perhutani serta mengancam kelestarian lingkungan.

“Kalau dibiarkan terus, bukan hanya hutan yang rusak, tapi juga bisa memicu longsor dan pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Pihak Perum Perhutani dan aparat penegak hukum diharapkan tidak menutup mata dan segera mengambil langkah konkret, agar kawasan hutan negara tidak terus dijarah oleh oknum penambang yang tidak bertanggung jawab.tutupnya.

Dikonfirmasi pihak KPH provinsi Banten,kawasan perum perhutani sekarang pengelolaannya sudah masuk Kementrian kehutanan nomor 149 tentang KHDPK tahun 2025.sebelum SK KHDPK terbit terus melakukan patroli, oprasi, internal, maupun oprasi gabungan dengan melibatkan Polda,polres,TNI, muspika kecamatan panggarangan, muspika kecamatan Bayah.
Kewenangan perum perhutani sekarang terbatas karena tidak punya PPNS.pungaksnya dalam liris tertulis.

Pihak media utamapos masih berupaya konfirmasi kepihak pimpinan perum perhutani pusat,guna untuk melengkapi pemberitaan selanjutnya.

“Tri/Rudi”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru