Masyarakat Cilograng Desak APH Usut Tuntas Curanmor, Diduga Ada Jaringan Penadah dan “Cepu”.

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK 13/08/2026 — Maraknya dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga meminta aparat penegak hukum (APH) tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengusut dugaan jaringan yang berada di balik aksi pencurian tersebut hingga ke akar permasalahan.

 

Masyarakat menilai kasus curanmor bukan sekadar persoalan kehilangan kendaraan, tetapi telah memberikan dampak ekonomi yang berat, khususnya bagi warga kalangan menengah ke bawah. Bagi sebagian masyarakat, kendaraan bermotor merupakan sarana utama untuk bekerja, berdagang, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

“Kami meminta APH serius menangani kasus curanmor di Kecamatan Cilograng. Jangan hanya pelaku yang mengambil kendaraan yang ditindak, tetapi apabila memang ada penadah atau pihak lain yang membantu, semuanya harus diproses sesuai hukum berdasarkan bukti yang ada,” ungkap salah seorang warga.

 

Warga juga meminta aparat melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan adanya pihak yang memberikan informasi mengenai keberadaan kendaraan maupun membantu memperlancar aksi pencurian. Istilah “cepu” yang beredar di tengah masyarakat perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan, bukan sekadar berdasarkan tuduhan.

 

Masyarakat berharap kepolisian dapat meningkatkan patroli serta mempersempit ruang gerak pelaku curanmor, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah kendaraan hasil kejahatan.

 

“Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban. Kami berharap kasus ini benar-benar diberantas sampai ke akar-akarnya dan siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum,” tambah warga.

 

Masyarakat Kecamatan Cilograng menegaskan bahwa penanganan curanmor membutuhkan kerja sama antara APH dan masyarakat. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan setiap kejadian atau informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus kepada pihak berwenang.

 

Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru