Miris! Baru Dua Tahun Dibangun, SMA Negeri 2 Batang Gangsal Sudah Rusak , Toilet Tak Bisa Dipakai

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indragiri Hulu, Riau – Kondisi infrastruktur SMA Negeri 2 Batang Gangsal, yang berlokasi di Jalan Lintas Timur, Desa Ringin, Kecamatan Batang Gangsal, menuai keprihatinan publik.

 

Sekolah negeri yang baru berusia sekitar dua tahun sejak dibangun tersebut kini tampak mengalami kerusakan serius, terutama pada fasilitas sanitasi yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar siswa.

 

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah toilet sekolah tidak dapat difungsikan. Selain terendam air, kondisi toilet terlihat kotor, bau menyengat, serta tidak tersedia pasokan air bersih. Beberapa pintu ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya juga tampak rusak, sehingga bangunan sekolah terlihat kumuh dan tidak terawat, jauh dari kesan layak untuk proses belajar-mengajar.

Kondisi tersebut dikeluhkan para wali murid. Salah seorang orang tua siswa mengungkapkan bahwa keterbatasan fasilitas sanitasi memaksa siswa mencari alternatif yang tidak layak.

 

“Kalau murid mau buang air, yang laki-laki terpaksa ke semak-semak. Sementara yang perempuan harus berjalan ke mushola yang jaraknya cukup jauh. bisa lihat sendiri, sekolah baru dibangun tapi toiletnya banjir, bau, dan airnya tidak ada,” ujar wali murid dengan nada kesal.

 

Ketiadaan toilet yang berfungsi dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Sanitasi yang layak merupakan hak dasar siswa sekaligus bagian dari standar pelayanan pendidikan.

 

Sementara itu, penjaga sekolah SMA Negeri 2 Batang Gangsal membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sekolah ini baru dua kali menamatkan peserta didik sejak berdiri.

 

“Sekolah ini baru menamatkan anak didik dua kali. Kepala sekolah, kalau tidak salah, berdomisili di Tembilahan dan statusnya belum definitif. Beliau masih mengajar, jadi sistemnya seminggu di sini, seminggu di sana,” ungkapnya, Jumat (30/01/2026).

 

Terkait persoalan toilet, ia menyebut kendala utama terletak pada ketersediaan air bersih.

“Masalah utamanya air. Sudah empat orang melakukan pengeboran, dananya sekitar Rp4 juta, tapi belum juga dapat sumber air. Akibatnya toilet jadi rusak dan tidak terawat seperti sekarang,” jelasnya.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Rudi Walker Purba, melontarkan kritik keras kepada pihak-pihak terkait yang dinilai kurang memberikan perhatian serius.

“Kami sangat menyayangkan kondisi sekolah yang tampak hancur, kumuh, dan kusam ini. Sekolah yang baru dibangun seharusnya masih prima, bukan justru rusak seolah tanpa pemeliharaan. Ini menunjukkan lemahnya kepedulian dan pengawasan,” tegas Rudi.

 

Ia menambahkan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai masalah teknis semata, melainkan mencerminkan buruknya manajemen dan pengawasan fasilitas pendidikan.

 

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Alhalis, yang disebut sebagai Kepala SMA Negeri 2 Batang Gangsal, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media tidak mendapat respons.

 

Sikap tersebut dinilai mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas publik, terlebih menyangkut fasilitas pendidikan yang bersumber dari dana negara dan berdampak langsung pada keselamatan serta kenyamanan peserta didik.(***)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat
DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Jumat, 6 November 2026 - 18:58 WIB

Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Berita Terbaru