Muara Dangkal, Solar Sulit, Hasil Tangkapan Anjlok! Nelayan PPP Larangan Terhimpit Krisis, Ekonomi Pesisir Terancam

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal //utamapost.com  – Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Larangan di Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, tengah menghadapi tekanan berat.

Aktivitas bongkar muat ikan yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian pesisir mulai mengalami perlambatan seiring merosotnya hasil tangkapan para nelayan.

Kondisi tersebut diperparah dengan pendangkalan muara yang hingga kini belum mendapat penanganan optimal. Akibatnya, mobilitas kapal nelayan terganggu dan produktivitas melaut terus menurun.

Salah seorang nelayan, Darja, mengungkapkan bahwa penurunan hasil tangkapan terjadi sangat signifikan. Jika sebelumnya satu kapal mampu membawa pulang dua hingga tiga ton ikan dalam sekali melaut, kini hasil yang diperoleh hanya berkisar tiga hingga lima kuintal.

“Pendapatan kami turun drastis. Selain hasil tangkapan yang semakin sedikit, kami juga kesulitan mendapatkan solar. Biaya operasional terus naik, sementara pemasukan semakin berkurang,” ujarnya.

Menurut para nelayan, pendangkalan muara menjadi persoalan yang mendesak untuk segera ditangani. Mereka menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat keluar masuk kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap efektivitas aktivitas penangkapan ikan.

Penurunan hasil tangkapan juga dirasakan para pedagang ikan di kawasan pelabuhan. Berkurangnya pasokan membuat aktivitas perdagangan ikut lesu dan memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor perikanan.

Para nelayan berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret, mulai dari normalisasi muara hingga memastikan ketersediaan bahan bakar bersubsidi bagi nelayan.

Mereka khawatir, apabila kondisi ini terus berlarut, keberlangsungan usaha perikanan di PPP Larangan akan semakin terancam dan berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat pesisir.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, para nelayan tetap berharap adanya perhatian serius agar sektor perikanan, yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Kabupaten Tegal, dapat kembali bangkit dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru