Patroli Resmi KPH Mandau di Bandar Jaya Diduga Diadang, Oknum Wartawan dan Kelompok PSHD Muara Dua Disorot

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIAK KECIL – BENGKALIS

Kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan tim Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mandau bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Panca Warga di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Rabu (6/5/2026), memicu ketegangan di lapangan.

Patroli resmi yang dijalankan berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) KPH Mandau itu disebut mendapat penolakan dan perdebatan dari kelompok PSHD Desa Muara Dua bersama seorang oknum wartawan yang berada di lokasi kegiatan.

Kegiatan tersebut meliputi patroli pencegahan Karhutla, pengawasan illegal logging, serta sosialisasi calon kawasan Perhutanan Sosial (PS) di wilayah Desa Bandar Jaya.

Ketua tim patroli KPH Mandau, Damas, S.IP, menegaskan bahwa kegiatan itu merupakan agenda resmi pemerintah sekaligus tindak lanjut atas permohonan bantuan patroli dari masyarakat melalui KTH Panca Warga.

“KPH Mandau melaksanakan kegiatan menghadiri permohonan bantuan petugas untuk melaksanakan kegiatan patroli pencegahan Karhutla, illegal logging, dan sosialisasi tentang Perhutanan Sosial di Desa Bandar Jaya sesuai Surat Perintah Tugas dari KPH Mandau, ”ujar Damas.

Namun di tengah patroli berlangsung, rombongan KPH Mandau bersama KTH Panca Warga mengaku didatangi kelompok PSHD Desa Muara Dua bersama seorang oknum wartawan yang kemudian mempertanyakan kegiatan patroli tersebut.

Berdasarkan keterangan dalam Berita Acara Patroli KTH Panca Warga, pihak PSHD Desa Muara Dua menolak apabila kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) dimasukkan ke wilayah Desa Bandar Jaya. Mereka juga disebut berencana menggugat Pemerintah Kabupaten Bengkalis terkait perubahan peta tapal batas wilayah.

Situasi memanas ketika oknum wartawan yang berada bersama kelompok tersebut diduga ikut mempertanyakan tugas patroli yang sedang dijalankan petugas kehutanan di lapangan.

Padahal, pihak KPH Mandau telah menegaskan bahwa kegiatan itu murni patroli Karhutla, pengawasan illegal logging, dan sosialisasi calon Perhutanan Sosial, bukan kegiatan verifikasi teknis maupun penetapan izin kawasan.

Personel KPH Mandau juga menegaskan bahwa proses verifikasi teknis lapangan terhadap usulan Hutan Kemasyarakatan (HKM) KTH Panca Warga hingga kini masih menunggu tahapan resmi pemerintah.

Ketua KTH Panca Warga, Susiono, menyayangkan munculnya pihak-pihak yang dinilai mencoba menghambat kegiatan patroli serta pendampingan pemerintah kepada masyarakat.

“Kami hanya meminta pendampingan patroli dan sosialisasi dari KPH Mandau terkait pencegahan Karhutla dan Perhutanan Sosial. Namun di lapangan justru ada pihak-pihak yang mencoba menggiring persoalan dan mempertanyakan kegiatan resmi pemerintah, ”ujar Susiono, Kamis (7/5/2026), di kediamannya.

Menurut Susiono, apabila terdapat keberatan terkait batas wilayah maupun kawasan hutan, seharusnya ditempuh melalui mekanisme hukum dan administrasi yang berlaku, bukan dengan mendatangi langsung kegiatan patroli pemerintah di lapangan.

“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan menghormati proses yang sedang berjalan. Jangan sampai kegiatan pencegahan Karhutla dan pengawasan hutan malah dijadikan polemik yang memicu konflik antar masyarakat, ”tegasnya.

Sementara itu, August, warga Bandar Jaya, menilai polemik yang muncul tidak seharusnya terjadi karena masyarakat Bandar Jaya selama ini tidak pernah mengganggu aktivitas kelompok PSHD Desa Muara Dua di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

“Secara garis besar tata letak wilayah atau tapal batas desa, HPT juga masuk wilayah Desa Bandar Jaya. Namun kami sebagai masyarakat tidak keberatan dan tidak pernah mengganggu kawan-kawan HPT Desa Muara Dua, ”kata August.

Ia mempertanyakan alasan kelompok PSHD Desa Muara Dua mempersoalkan proses yang sedang ditempuh KTH Panca Warga di kawasan HPK.

“Tapi kenapa ketika masyarakat Bandar Jaya sedang berproses di HPK melalui skema HKM justru dipersoalkan dan diganggu, ”ujarnya.

Masyarakat berharap polemik kawasan hutan dan batas wilayah dapat diselesaikan melalui jalur resmi tanpa adanya tekanan, provokasi, maupun intervensi yang berpotensi memperkeruh situasi di lapangan.*Red”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat
DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Jumat, 6 November 2026 - 18:58 WIB

Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Berita Terbaru