Sukabumi – Proyek pembangunan gedung sekolah SMPN 3 Cisolok Satap diduga menggunakan material besi ukuran 10 mm serta para pekerja di lapangan tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja.
Pantauan di lokasi proyek yang berada di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.menimbulkan sorotan dari masyarakat terkait spesifikasi material yang digunakan dan penerapan keselamatan kerja bagi para pekerja proyek.
Saat dikonfirmasi, Asep menyampaikan bahwa penggunaan material besi ukuran 10 tersebut merupakan instruksi dari pihak kepala sekolah.
“Penggunaan material besi 10 itu instruksi kepala sekolah,” ujar Asep saat dikonfirmasi.
Selain itu, para pekerja proyek juga terlihat tidak menggunakan perlengkapan APD seperti helm proyek, rompi keselamatan, maupun perlengkapan pelindung lainnya yang seharusnya menjadi standar dalam pekerjaan konstruksi.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah Tian Maulana, S.Pd., belum dapat dimintai keterangan resmi terkait penggunaan material besi berukuran 10 mm pada pembangunan gedung sekolah tersebut.
Pihak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait kesesuaian penggunaan material dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan pengawasan serta pemeriksaan terhadap pelaksanaan pembangunan gedung sekolah tersebut agar sesuai dengan RAB dan standar keselamatan kerja yang berlaku.










