Perum Perhutani Diduga Lamban/Molor Sikapi Dugaan Pengambilan Material Batu Belah dan Penggunaan Hutan perum Perhutani.

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak – Perum Perhutani diduga lamban/molor dalam menyikapi dugaan pengambilan material batu belah serta kerusakan lingkungan di kawasan hutan yang diduga dilakukan oleh PT NKE. Hingga saat ini, belum terlihat adanya tindakan tegas maupun penjelasan resmi yang disampaikan kepada publik terkait dugaan aktivitas pengambilan batu belah dan penggunaan lahan perum perhutani blok Talun desa Girimukti kecamatan Cilograng kabupaten Lebak provinsi Banten.04/06/2026.

 

Sejumlah pihak menilai Perhutani seharusnya segera melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap pemanfaatan kawasan hutan, termasuk memastikan seluruh kegiatan yang berlangsung di area Perhutani telah mengantongi izin sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Jajaran Perum Perhutani mulai dari Polter, RPH hingga Asper yang diduga tidak menunjukkan tindakan tegas terkait aktivitas PT NKE di kawasan hutan Perhutani.

 

Sorotan tersebut muncul karena hingga saat ini belum terlihat adanya langkah penindakan terhadap dugaan pengambilan material batu belah yang dilakukan PT NKE di kawasan Perhutani. Selain itu, aktivitas tersebut juga diduga telah menimbulkan kerusakan pada lahan hutan yang menjadi aset Perum Perhutani.

 

Lambannya respons dari pihak terkait menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengawasan dan penegakan aturan terhadap aktivitas yang diduga berdampak pada lingkungan hutan. Masyarakat berharap Perhutani dapat bersikap transparan serta memberikan klarifikasi mengenai status perizinan dan kondisi kawasan hutan yang diduga terdampak.

 

Sampai berita ini diterbitkan, pihak Perhutani maupun PT NKE masih diharapkan dapat memberikan keterangan resmi guna memberikan kejelasan atas dugaan tersebut. Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya hasil pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang.

 

Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru