PLN dan Perum Perhutani Diduga Tutup Mata Terkait Tambang Batubara Ilegal, pemasangan kWh Tidak sesuai SOP.

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN dan Perum Perhutani Diduga Tutup Mata Terkait Tambang Batubara Ilegal, pemasangan kWh Tidak sesuai SOP.

Lebak – Aktivis lingkungan menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak PLN Malingping dan Perum Perhutani terhadap maraknya pemasangan kWh dilokasi tambang batubara, aktivitas pertambangan batubara ilegal di wilayah hutan yang seharusnya berada di bawah pengawasan BUMN tersebut.

Dugaan ini semakin kuat lantaran hingga kini belum ada tindakan tegas yang dilakukan, meskipun aktivitas tambang diduga telah berlangsung lama dan merusak kawasan hutan milik negara.

Selain itu, pihak PLN Malingping juga diduga ikut bermain dalam pemasangan kWh listrik di area sekitar tambang. Pemasangan tersebut disebut-sebut tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dan terindikasi adanya praktik “main mata” demi melancarkan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Aktivis meminta penegak hukum (APH) dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan audit lapangan, baik terhadap pihak Perum Perhutani maupun PLN, guna memastikan tidak ada pembiaran atau keterlibatan oknum dalam praktik yang merugikan negara dan merusak lingkungan tersebut.

Jika benar terbukti, berharap agar pihak berwenang memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang terlibat, tanpa pandang bulu.

Menger PLN Malingping dikonfirmasi via WhatsApp tidak ada jawaban dan tindakan tegas walaupun pemasangan kWh dan pesangan kabel berserakan tidak tertata sebagimana mestinya pemasangan kWh dimasyarakat.

Dikonfirmasi asper BKPH Bayah via WhatsApp tidak ada jawaban.

Dikonfirmasi via WhatsApp Adm perum perhutani provinsi Banten diduga tutup mata terkait pertambangan batubara,dikawasan perum perhutani.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada tindakan yang tegas dari pihak Terkait.

“Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru