Lebak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Aktivis Senior Lebak selatan mengkritisi pelaksanaan program tersebut karena diduga banyak menu makan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak layak konsumsi.
Lokasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.21/11/2025.
“Wijaya Darma Sutisna” aktivis Senior”yang biasa disapa”Entis bule” Menurutnya beberapa paket makan yang dibagikan ditemukan dalam kondisi tidak segar, kurang higienis, bahkan ada yang kualitasnya jauh dari standar makanan bergizi sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan, kualitas penyedia katering, serta penggunaan anggaran program.
Entis bule mendesak pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi pengelola MBG, untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menekankan pentingnya standarisasi penyedia makanan, pemeriksaan berkala, serta transparansi dalam proses pengadaan agar program benar-benar memberikan manfaat kepada siswa/i.
Lebih lanjut Entis bule dalam waktu dekat ini dirinya akan melaporkan dapur MBG kepihak terkait,jangan sampai terjadi ada dugaan keracunan lagi siswa/i SMAN.
Sejumlah siswa/i diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan yang berasal dari MBG. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengalami gejala seperti mencret, mual, pusing, serta muntah tak lama setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG)tersebut.
Akibat kejadian ini, salah siswa masih harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat. Pihak kesehatan sedang melakukan penanganan dan pemantauan terhadap kondisi siswa tersebut.
Dari kejadian tersebut Pihak terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta memastikan keamanan konsumsi bagi siswa/i guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini dirilis, pihak penyelenggara MBG belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan ketidaklayakan menu tersebut.”Tri/Tim”










