Proyek Gedung MBG Diduga Rusak Jalan Usaha Tani, Ketua GPN 08 Lebak Ancam Lapor Menteri Pertanian

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 01:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak – Pembangunan Gedung Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Pasirnangka, Kabupaten Lebak, Banten, kini menjadi sorotan serius masyarakat. Proyek tersebut diduga telah memutus dan merusak Jalan Usaha Tani (JUT) di Blok Pasir Maning, jalan vital yang selama ini menjadi akses utama bagi para petani, pedagang keliling, serta warga yang memiliki lahan pertanian di kawasan tersebut.

Jalan Usaha Tani yang terdampak diketahui merupakan infrastruktur pertanian yang dibangun melalui program pemerintah dan telah digunakan selama bertahun-tahun. Keberadaan jalan ini sangat krusial karena menunjang aktivitas pertanian, mulai dari akses menuju lahan, pengangkutan hasil panen, hingga mobilitas warga sekitar. Namun, sejak dimulainya proyek pembangunan Gedung MBG, sebagian badan jalan dilaporkan terputus sehingga tidak dapat dilalui secara normal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemutusan badan jalan tersebut diduga kuat akibat aktivitas alat berat dan penataan lahan proyek Gedung MBG. Ironisnya, hingga saat ini pihak pengelola proyek belum memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait alasan pemutusan jalan maupun rencana pemulihan akses Jalan Usaha Tani tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp juga belum mendapatkan respons.

Pemerintah Desa Pasirnangka membenarkan bahwa jalan yang terputus tersebut berstatus Jalan Usaha Tani yang menghubungkan warga menuju Blok Pasir Maning. Pihak desa menyatakan bahwa kerusakan jalan terjadi akibat pembangunan Gedung MBG dan bukan merupakan kehendak masyarakat atau pemerintah desa. “Itu jalan usaha tani menuju Blok Pasir Maning. Kami sudah menyampaikan kepada pihak pengelola proyek agar segera memperbaiki kembali badan jalan yang diputus,” ujar perwakilan Pemerintah Desa Pasirnangka.

Sementara itu, reaksi keras datang dari para pengguna jalan. Petani dan warga yang terdampak mengaku sangat dirugikan dengan terputusnya akses Jalan Usaha Tani tersebut. Mereka menyebut jalan itu tidak hanya digunakan oleh petani, tetapi juga oleh pedagang keliling serta warga yang memiliki kepentingan ekonomi di wilayah Blok Pasir Maning dan sekitarnya. Akibat pemutusan jalan, aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen menjadi terhambat.

“Jalan ini kebutuhan bersama. Kalau diputus, kami mau lewat mana membawa hasil panen? Ini sangat menyulitkan,” keluh salah seorang petani setempat. Para pengguna jalan mendesak pihak pengelola proyek Gedung MBG untuk bertanggung jawab secara hukum dan segera melakukan perbaikan agar akses jalan dapat kembali digunakan seperti semula.

Ketua Pemuda Kampung Hanjuang sekaligus Ketua Ormas GPN 08 DPC Kabupaten Lebak, Dede Suhardi, turut angkat bicara. Ia menilai pembangunan Gedung MBG di Desa Pasirnangka telah merugikan masyarakat karena merusak infrastruktur pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian warga. Menurutnya, proyek tersebut terkesan tidak memperhatikan dampak lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat petani.

“Pembangunan Gedung MBG ini sangat merugikan masyarakat setempat karena merusak jalan usaha tani yang selama ini digunakan petani. Jalan itu adalah akses utama pertanian warga, bukan jalan biasa,” tegas Dede Suhardi saat ditemui pada Selasa (16/12/2025).

Dede juga menyayangkan sikap pihak pengelola proyek yang dinilai tidak bertanggung jawab dan minim komunikasi dengan masyarakat serta pemerintah desa. Ia menegaskan bahwa pembangunan apapun seharusnya tidak mengorbankan kepentingan masyarakat kecil, khususnya petani.

“Saya sangat menyayangkan pembangunan Gedung MBG yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat petani. Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan badan jalan usaha tani yang diputus, saya akan melangkah lebih jauh,” ujar Dede.

Lebih lanjut, Dede Suhardi menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan melaporkannya kepada pihak terkait, termasuk Kementerian Pertanian. Ia berharap pemerintah pusat dapat turun tangan untuk memastika.

Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.
BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.
PT CEMINDO GEMILANG DIDUGA HALANGI PELIPUTAN WARTAWAN.
King Naga Ikuti Seruan JB Mengawal Kapolri Suyudi Tegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
King Naga Serukan Masyarakat Lebak Dukung Kapolri Suyudi Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu dan Usut Tuntas Tambang Ilegal Jayasari

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Kamis, 5 November 2026 - 19:46 WIB

DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.

Kamis, 5 November 2026 - 10:42 WIB

Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Kamis, 5 November 2026 - 09:54 WIB

BARU SELESAI DIBANGUN, PAVING BLOCK RW 009 CIKAMUNDING MULAI RUSAK, KUALITAS MATERIAL DAN KERAPIAN PEKERJAAN DIPERTANYAKAN.

Berita Terbaru